Rumah Nyaris Roboh, Dua Anak Yatim di Cibeber Bertahan Tanpa Orangtua
- account_circle Robi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Istimewa : Pikri Muhamad Sidik (15) berdiri di depan rumahnya yang nyaris roboh di Kampung Pasirwaru, Desa Sukalaharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur. Atap rapuh dan dinding bilik yang rusak membuatnya khawatir saat hujan deras dan angin datang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM — Dua anak yatim di Kampung Pasirwaru, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber, Cianjur, bertahan di rumah yang nyaris roboh.
Pikri Muhamad Sidik (15) masih menempati rumah peninggalan ayahnya bersama sang kakak, Sani Sundari (18).

Atap rumah itu sudah rapuh. Dinding bilik berlubang, sedangkan sejumlah bagian bangunan mulai lapuk.
Kondisi tersebut membuat Sidik merasa khawatir setiap kali hujan deras disertai angin menerjang kawasan tempat tinggalnya.
Air hujan masuk melalui sejumlah bagian rumah. Karena itu, Sidik terkadang memilih menginap di rumah kawannya ketika cuaca memburuk.

Warga sebenarnya sudah menawarkan tempat tinggal sementara kepada Sidik. Namun, ia terkadang memilih bertahan di rumah peninggalan keluarganya.
Ai (31), tetangga Sidik, mengungkapkan kehidupan kedua anak yatim tersebut cukup memprihatinkan sejak ayah mereka meninggal dunia.
Menurutnya, kondisi itu semakin berat karena rumah yang mereka tempati terus mengalami kerusakan. Atap dan biliknya kini tidak lagi mampu melindungi penghuni dari hujan dan angin.
“Memang miris kehidupan mereka. Atapnya sudah rusak, biliknya banyak yang bolong. Kalau hujan, air masuk dari berbagai bagian rumah,” ujar Ai, Senin, 29 September 2026.
Sementara itu, Sani beberapa pekan terakhir pergi ke Jakarta untuk bekerja. Kondisi tersebut membuat Sidik lebih sering menjalani aktivitas seorang diri.
Ai mengatakan warga sudah meminta Sidik tinggal sementara bersama saudara atau tetangga.
Namun, Sidik tidak selalu bersedia meninggalkan rumah peninggalan ayahnya.
“Sidik masih tinggal di rumah itu. Kalau hujan, biasanya dia menginap di rumah kawannya karena takut dengan kondisi rumah,” tuturnya.
Ai berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi rumah tersebut. Ia menilai Sidik dan Sani membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman.
- Penulis: Robi
- Editor: Ikbal















































Saat ini belum ada komentar