HIPMI Cianjur Bidik Investasi Naik 50 Persen, Siapkan KUR Rp100 Juta untuk UMKM
- account_circle Najib
- calendar_month 1 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Cianjur Cahya Ibrahim (kanan) bersama Bupati Cianjur, Muhamad Wahyu Ferdian (Tengah) dan Ketua BPD Hipmi Jabar, Radityo Egi Pratama (Kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media usai pelantikan BPC HIPMI Cianjur periode 2026-2029 di Gedung DPRD Cianjur.
RUANGPOJOK.COM – Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Cianjur Cahya Ibrahim menargetkan peningkatan investasi hingga 50 persen selama tiga tahun masa kepemimpinannya.
Target itu disampaikan Cahya setelah dilantik sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Cianjur periode 2026-2029 oleh Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama.
Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Cianjur Muhamad Wahyu Ferdian bersama jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika, serta Ketua BPD HIPMI Jawa Barat Radityo Egi Pratama berikut jajarannya.
Sejumlah pengurus BPC HIPMI se-Jawa Barat, organisasi kemasyarakatan, LSM, dan tamu undangan turut menghadiri pelantikan tersebut.
Cahya mengatakan kepengurusan baru akan menjalankan 12 program utama melalui 12 bidang selama periode 2026-2029.
Salah satu program prioritasnya ialah menarik investor ke Kabupaten Cianjur dengan menjadikan daerah tersebut sebagai tuan rumah investasi.
“Kami ingin mengundang investor ke Kabupaten Cianjur dan menjadikan Cianjur sebagai tuan rumah investor,” kata Cahya.
Menurut dia, kehadiran investor harus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Cahya menargetkan investasi Cianjur meningkat 25 persen pada tahun pertama dan kembali naik 25 persen pada tahun kedua.
Pada tahun ketiga, HIPMI menargetkan peningkatan investasi sebesar 50 persen.
Namun, Cahya mengakui HIPMI belum menghitung nilai investasi yang menjadi sasaran dalam bentuk nominal.
“Kami belum mendata seberapa banyak sebenarnya kebutuhan investasi di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Karena itu, HIPMI Cianjur akan mendorong pemetaan kebutuhan investasi sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.
Selain investasi, HIPMI Cianjur menyiapkan program untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menghadapi persoalan permodalan.
Cahya mengatakan banyak UMKM Cianjur masih menghadapi kendala modal, perizinan, serta akses terhadap berbagai fasilitas usaha.
HIPMI, kata dia, akan menjadi rumah bagi pelaku UMKM untuk memperoleh kemudahan dalam mengembangkan usaha.
“Kami ingin memfasilitasi banyak keluhan UMKM, mulai dari permodalan sampai akses perizinan,” katanya.
HIPMI Cianjur sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Bank BJB untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Organisasi tersebut juga menjajaki kerja sama dengan kelompok bank Himbara untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.
Salah satu program yang tengah diupayakan ialah Kredit Usaha Rakyat atau KUR hingga Rp100 juta tanpa jaminan.
Program tersebut akan disosialisasikan kepada UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
- Penulis: Najib
- Editor: Ikbal













































