PKL Bomero City Pilih Melawan, Pemkab Cianjur Pilih Bungkam
- account_circle RZ
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto Istimewa : Mahasiswa dengan pedagang Bomero berujuk rasa di depan gedung pendopo Cianjur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dukungan mengalir dari Sahabat Bomero, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC), serta PMII dan GMNI Cianjur.
Mereka menilai Pemkab Cianjur tengah sibuk menata wajah kota, tapi lupa menata hati warganya.
Bung Rama sapaan akrab, menuding, Pemkab terkesan menutup pintu dialog. Upaya audiensi yang diajukan mahasiswa dan PKL, kata dia, tak pernah direspons.
โKatanya pemimpin rakyat, tapi ketika rakyat datang, mereka sembunyi di balik meja birokrasi,โ ujarnya menyindir.
Situasi makin memanas setelah Satpol PP sebelumnya memberikan surat peringatan (SP3) kepada para pedagang dan siap menertibkan PKL nanti di tanggal 11 November 2025.
Oleh karena itu, para mahasiswa berikut pedagang pun menegaskan siap turun dengan massa lebih besar jika kebijakan itu dipaksakan.
โKalau SP3 dijalankan tanpa solusi, kami mahasiswa akan berdiri di barisan rakyat kecil,โ kata Bung Rama menegaskan.
Di mata warga Bojongmeron, diamnya pemerintah justru mempertegas jarak antara kursi kekuasaan dan suara rakyat kecil.
- Penulis: RZ
- Editor: Ikbal















































Saat ini belum ada komentar