Keluarga Pasien Ngamuk di IGD RSUD Palabuhanratu, Humas Sebut Hanya Salah Persepsi
- account_circle Linda
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Gedung RSUD Palabuhanratu Sukabumi
“Setelah diperiksa KTP dan didaftarkan, baru bisa dilakukan observasi dan tindakan lain,” ucap Billy.
Pernyataan itu berbeda dengan kesan yang dirasakan keluarga pasien. Dalam video yang viral, keluarga mengaku pasien tidak memperoleh tindakan medis.
Menanggapi hal itu, Billy menegaskan keputusan tindakan medis bergantung pada hasil pemeriksaan dokter di masing-masing fasilitas kesehatan.
Ia menyebut penanganan di puskesmas dan rumah sakit bisa berbeda karena penilaian medis setiap tenaga kesehatan tidak selalu sama.
Meski demikian, pihak rumah sakit tidak menampik adanya perbedaan persepsi yang kemudian memicu polemik di masyarakat.
Bili mengaku pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah video telanjur viral di media sosial.
“Kami tahu informasi itu justru dari media sosial. Padahal rumah sakit memiliki layanan pengaduan yang bisa digunakan masyarakat,” katanya.
Saat ditanya soal evaluasi terhadap sikap dan komunikasi tenaga medis, Bili belum menjelaskan secara rinci langkah internal yang akan dilakukan manajemen rumah sakit. Namun, ia memastikan pelayanan di IGD tetap berjalan sesuai prosedur.
Bili juga menepis anggapan bahwa rumah sakit sengaja mengabaikan pasien. Menurutnya, tenaga medis tetap menyarankan pasien menjalani perawatan apabila keluarga menghendaki tindakan lanjutan, termasuk pemasangan infus.
“Kalau mau dirawat atau diinfus, silakan daftar dulu agar mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Terkait kemungkinan audit pelayanan oleh pemerintah daerah atau Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai keberadaan rekaman CCTV sebagai bukti pelayanan pasien di IGD, Bili mengatakan ruang tindakan tidak dipasang kamera pengawas demi menjaga privasi pasien.
“Kalau di ruang tindakan memang tidak ada CCTV karena itu menyangkut privasi pasien IGD,” katanya.
- Penulis: Linda
- Editor: Ikbal

