Breaking News
Beranda » Kesehatan » Keluarga Pasien Ngamuk di IGD RSUD Palabuhanratu, Humas Sebut Hanya Salah Persepsi

Keluarga Pasien Ngamuk di IGD RSUD Palabuhanratu, Humas Sebut Hanya Salah Persepsi

  • account_circle Linda
  • calendar_month Sab, 9 Mei 2026

RUANGPOJOK.COM – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu menjadi sorotan publik setelah video dugaan penolakan pasiennya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, keluarga pasien mengaku kecewa karena pasien yang datang dalam kondisi lemas disebut diminta pulang tanpa mendapat penanganan medis.

Video tersebut direkam pada Rabu malam, 6 Mei 2026. Seorang pria berbahasa Sunda terdengar meluapkan kekecewaannya sambil memperlihatkan kondisi pasien di area rumah sakit.

“Yeuh pasien, yeuh gering di rumah sakit kuat ditah balik deui yeuh. Allahu Akbar. Mana deui pami kieu teh? Yeuh Rumah Sakit Pelabuhanratu yeuh,” ucap pria dalam video yang beredar luas di media sosial.

Keluarga pasien bahkan menyeret nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar ikut menyoroti pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Viralnya video itu memicu reaksi publik. Warganet mempertanyakan standar operasional pelayanan IGD RSUD Palabuhanratu.

Banyak yang menilai pasien dengan kondisi lemas semestinya mendapat observasi awal sebelum diarahkan ke layanan lain.

Pihak rumah sakit membantah adanya penolakan pasien. Humas RSUD Palabuhanratu, Bili Agustian, menyebut persoalan itu muncul akibat perbedaan persepsi antara keluarga pasien dan tenaga medis.

“Bukan kegagalan komunikasi, tapi miss persepsi. Keinginan pasien tidak sinkron dengan kenyataan di lapangan,” kata Bili saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat, 8 Mei 2026.

Bili menjelaskan, pasien yang datang ke rumah sakit tetap diterima dan menjalani pemeriksaan awal atau anamnesa oleh petugas medis. Namun, hasil pemeriksaan dokter menyatakan kondisi pasien tidak masuk kategori gawat darurat sehingga tidak memerlukan tindakan medis serius di IGD.

“Pasien datang, kami tanya keluhannya apa, lalu diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menilai kondisinya masih bagus dan tidak membutuhkan penanganan serius,” ujarnya.

Menurut Bili, pasien peserta BPJS Kesehatan seharusnya lebih dahulu mendatangi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit, kecuali dalam kondisi gawat darurat.

“Kalau pasien menggunakan BPJS, alurnya memang dianjurkan terlebih dahulu ke FKTP. Setelah dinilai tidak memungkinkan ditangani di sana, baru dirujuk ke rumah sakit,” katanya.

Ia juga menjelaskan alasan pasien tidak langsung mendapatkan observasi di IGD. Menurutnya, proses administrasi dan pendaftaran pasien harus dilakukan terlebih dahulu sebelum tindakan lanjutan diberikan.

  • Penulis: Linda
  • Editor: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Karangmekar Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa di Sukabumi

    Kades Karangmekar Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa di Sukabumi

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Satreskrim Polres Sukabumi menetapkan Kepala Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, berinisial SH (45), sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan proyek pembangunan desa. Penyidik menahan SH sejak 23 Mei 2026. Polisi menjeratnya dengan Pasal 492 dan atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Kapolres Sukabumi AKBP Dr. […]

  • Efisiensi Anggaran Pangkas Hibah Pesantren, Anggota DPRD Jabar Siap Perjuangkan

    Efisiensi Anggaran Pangkas Hibah Pesantren, Anggota DPRD Jabar Siap Perjuangkan

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berdampak pada penghapusan sejumlah dana hibah untuk pesantren. Beberapa program yang semula tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) terpaksa dihapus dan dialihkan ke sektor lain. Akibatnya, sejumlah pesantren, termasuk Ponpes Izzul Islam, tidak dapat memanfaatkan anggaran hibah untuk pembangunan sarana pendidikan. Pengurus Yayasan Dzikri mengaku kesulitan mengajukan kembali dana […]

  • Kejari Cianjur Temukan Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG, Operasional Terancam Disetop

    Kejari Cianjur Temukan Dugaan Pencemaran Limbah Dapur MBG, Operasional Terancam Disetop

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur menemukan dugaan pencemaran lingkungan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasari 3 di Kecamatan Cilaku, setelah menerima laporan warga terkait bau menyengat, air sumur tercemar, dan kematian ikan. Kejari Cianjur langsung turun ke lokasi usai menerima aduan masyarakat terkait dampak aktivitas dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di […]

  • BGN Perkuat Satgas MBG Cianjur, Diberi Kewenangan Sidak Dapur SPPG dan Laporkan

    BGN Perkuat Satgas MBG Cianjur, Diberi Kewenangan Sidak Dapur SPPG dan Laporkan

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur dengan memberikan kewenangan kepada Satuan Tugas (Satgas) MBG untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga melanggar standar operasional. Kebijakan tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi dan evaluasi BGN bersama Forkopimda dan dinas terkait […]

  • GMNI Desak Penghentian Sementara MBG Cianjur Usai puluhan Siswa Diduga Keracunan

    GMNI Desak Penghentian Sementara MBG Cianjur Usai puluhan Siswa Diduga Keracunan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Sebanyak 36 siswa di Cianjur, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 11 September 2025. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) setempat mengecam keras kejadian berulang ini dan mendesak penghentian sementara program. Korban merupakan siswa SDN Salakawung dan SMP Budi Luhur di Desa Sarampad, […]

  • Oknum Ustadz Diduga Lecehkan Puluhan Santriawati di Kota Santri

    Oknum Ustadz Diduga Lecehkan Puluhan Santriawati di Kota Santri

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan seorang oknum ustadz berinisial AMJ (45) di Kecamatan Pacet, Cianjur mencoreng citra kawasan yang dikenal sebagai kota santri.   Sang oknum diduga telah melakukan tindakan tidak senonoh terhadap lebih dari 20 santriawati dengan dalih pengajaran ilmu kebatinan. Menurut keterangan warga, AMJ dikenal sebagai figur yang dihormati berkat kemampuannya […]

expand_less