PUTR Cianjur Sinkronkan RTRW dengan Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Kaji Dampak Geotermal Gunung Gede
- account_circle Ikbal
- calendar_month 1 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Sang Raja Jawa Barat dalam Perhelatan Karnaval Mahkota Binokasih di Cianjur.
RUANGPOJOK.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan isu geotermal masuk dalam revisi RTRW karena sinkronisasi kebijakan nasional dan Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga akan mengkaji dampak proyek panas bumi Gunung Gede bersama akademisi.
Ia menegaskan pemerintah provinsi akan mengkaji dampak pengembangan geothermal Gunung Gede-Pangrango secara ilmiah bersama akademisi.
Menurutnya, kajian mendalam diperlukan agar pembangunan energi tetap memperhatikan aspek ekologis dan keselamatan lingkungan masyarakat.
“Soal panas bumi di Gunung Gede yang ramai dibahas, itu akan kami kaji bersama akademisi,” ujar Dedi usai kirab budaya sunda di Cianjur, Rabu Malam, 6 Mei 2026.
Ia menyebut hasil penelitian akademisi akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pengembangan geothermal di kawasan tersebut.
“Studinya bisa dibandingkan dengan daerah lain seperti Garut dan Kabupaten Bandung yang sudah memiliki pengembangan panas bumi,” katanya.
Selain membahas geothermal, Dedi juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik dan pengawasan proyek pemerintah berbasis teknologi digital.
Ia menegaskan transparansi anggaran dan pengawasan pembangunan sudah berjalan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Dedi turut mengingatkan pentingnya menjaga kawasan pegunungan Cianjur sebagai warisan ekologis dan budaya masyarakat.
“Sejak dulu leluhur sudah mengingatkan bahwa problematika Cianjur akan berkaitan dengan Gunung Pangrango,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal

