Kemenko Infrastruktur Soroti Mega Proyek Irigasi di Cianjur yang Jebol Sebelum Rampung
- account_circle Ikbal
- calendar_month 3 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Staf Khusus Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agust Jovan Latuconsina saat menyambangi kantor DPC Demokrat Cianjur untuk berbuka bersama
RUANGPOJOK.COM – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyoroti polemik mega proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi Ciherang I dan Ciherang II di Desa Cibanggala, Kecamatan Campaka Mulya, Kabupaten Cianjur, setelah salah satu bangunan irigasi dilaporkan jebol sebelum proyek selesai dikerjakan.

Staf Khusus Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agust Jovan Latuconsina, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) setempat.
“Sebagai staf khusus Kemenko bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, saya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Kementerian PU berada di bawah koordinasi Menko Infrastruktur, sehingga laporan ini menjadi catatan penting bagi kami,” kata Jovan kepada wartawan, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurut dia, Kemenko akan melakukan pengecekan langsung terhadap proyek tersebut bersama instansi teknis terkait.
Jika proyek tersebut merupakan jaringan irigasi, maka penanganannya akan melibatkan BBWS yang berada di wilayah kerja setempat.
“Kami akan melakukan pengecekan bersama Kementerian PU. Jika ini proyek irigasi, tentu akan berkoordinasi dengan BBWS yang menangani wilayah tersebut,” ujar dia.
Jovan menambahkan, pihaknya juga akan menelusuri dugaan penggunaan material proyek yang disebut berasal dari kawasan Perhutani. Namun ia menegaskan belum dapat memberikan penjelasan teknis sebelum proses verifikasi dilakukan.
“Untuk hal teknis saya belum bisa menjawab karena bukan bidang saya. Namun laporan ini menjadi bahan masukan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut terhadap proyek tersebut,” katanya.
Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut merupakan paket pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Jawa Barat.
Data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mencatat proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan nilai anggaran belasan miliar rupiah.
- Penulis: Ikbal


