Rumah Lapuk Beratap Bocor, Potret Kemiskinan Keluarga Buruh Perkebunan di Campaka Cianjur
- account_circle Ikbal
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Istimewa : Rumah lapuk, atap bocor, dan dinding bambu yang dimakan usia menjadi saksi perjuangan keluarga Ade Suhendra (45).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM – Rumah panggung berdinding bambu dengan atap bocor menjadi saksi getir perjuangan Ade Suhendra (45), buruh harian di Kampung Cisurupan, Desa Wangunjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Setiap hari, Ade mengandalkan pekerjaan serabutan di perkebunan sekitar untuk menghidupi istri dan kedua anaknya.
Namun, penghasilan yang minim membuatnya kesulitan memperbaiki rumah sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.

Jangankan merenovasi rumah, memenuhi kebutuhan dapur dan biaya pendidikan anak saja menjadi perjuangan yang tak kunjung usai.

Ironisnya, meski pernah diusulkan menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari pemerintah, keluarga Ade hingga kini masih bertahan di hunian yang memprihatinkan.
“Penghasilannya Rp45.000 sehari, sedangkan dia punya istri dan dua anak. Jadi, antara pendapatan dan pengeluaran tidak seimbang,” kata Wandi (33), tetangga Ade, kepada RuangPojok.com, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dengan penghasilan tersebut, Ade kesulitan memperbaiki kerusakan di setiap sudut rumah.
Sementara itu, atap bocor dan dinding bambu yang lapuk terus menjadi bagian dari kehidupan keluarganya selama puluhan tahun.
Meski hidup dalam keterbatasan, Ade tetap berusaha menyekolahkan kedua anaknya yang masing-masing duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Namun, kondisi ekonomi keluarga turut menghambat pemenuhan kebutuhan pendidikan mereka. Bahkan, keterbatasan biaya sempat mengancam kelanjutan pendidikan anak pertama Ade.
- Penulis: Ikbal





Saat ini belum ada komentar