PT Tirta Fresindo Jaya Bantah Isu Kekeringan dan Permintaan Suplai Air Pemkab Cianjur
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 27 Okt 2025

Foto Redaksi : Pabrik Air Dalam Kemasan PT Tirta Fresindo Jaya, Terletak di desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur.
RUANGPOJOK.COM – PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ), produsen air minum dalam kemasan Le Minerale, membantah tudingan bahwa 13 sumur bor miliknya menyebabkan kekeringan di Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.
Perusahaan juga menepis isu terkait Pemkab yang meminta jatah 50% pasokan air mineral kepada TFJ yang bersumber dari perusahaan BUMD PDAM Tirta Mukti.
Dept Head IRGA PT Tirta Fresindo Jaya, Ferry Marcellino, menegaskan seluruh sumur bor telah dikaji dan berizin resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Setiap sumur mengambil sumber air dari kawasan pegunungan, bukan dari cadangan air warga.
“Sumur ada 13 dan semuanya berizin dari Kementerian ESDM, bukan dari provinsi. Kajian menyebut sumber air berasal dari pegunungan,” ujar Ferry saat ditemui, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurut Ferry, aktivitas pengambilan air Le Minerale Cianjur dilakukan sesuai hasil kajian lingkungan dan pengawasan pemerintah.
Ia menambahkan, perusahaan justru berkontribusi bagi warga sekitar dengan membangun tujuh sumur bor melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Sejauh ini belum ada keluhan dari masyarakat. Kami malah membangun tujuh sumur untuk warga dan menanggung biaya listriknya,” katanya.
Soal isu permintaan suplai air kepada perusahaannya dari pemkab Cianjur yang bersumber dari air mineral milik PDAM Tirta Mukti, Ferry menegaskan kabar itu tidak benar.
Ia menjelaskan, inisiatif kerja sama justru datang dari pihaknya setelah menerima aspirasi warga agar sumber air lokal bisa dimanfaatkan bersama.
- Penulis: Admin

























