Warga Villa Cherry Tolak Dapur SPPG Palasari, Pertanyakan Izin dan Dampak Lingkungan
- account_circle Ikbal
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- print Cetak

Gambar Istimewa : Pemerintah desa menggelar rapat bersama paguyuban warga pada Selasa, 3 Maret 2026, untuk membahas polemik pendirian dapur SPPG di Palasari
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepala Desa Palasari, H. Ridwan, mengakui polemik muncul karena pendirian dapur SPPG berada di kawasan permukiman.
Ia menyebut Desa Palasari membutuhkan lima dapur untuk mendukung program MBG, dan salah satunya berada di Villa Cherry.
“Kalau menyangkut aturan luas lahan, letak, dan ketentuan teknis, itu menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN), bukan desa. Rata-rata dapur memang ditempatkan di tengah lingkungan masyarakat agar dekat dengan sasaran penerima,” ujarnya.
Ridwan menambahkan, saat ini terdapat dua dapur SPPG di Desa Palasari yang belum beroperasi, termasuk di Villa Cherry. Seluruhnya telah menandatangani nota kesepahaman dan tinggal menunggu penyaluran program.
Hingga Selasa malam, polemik pendirian dapur SPPG di Villa Cherry belum menemukan titik temu.
Warga mendesak kejelasan izin dan jaminan pengelolaan lingkungan sebelum operasional dimulai, sementara pemerintah desa menunggu keputusan dan arahan lebih lanjut dari pihak terkait.
- Penulis: Ikbal













































