Warga Villa Cherry Tolak Dapur SPPG Palasari, Pertanyakan Izin dan Dampak Lingkungan
- account_circle Ikbal
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- print Cetak

Gambar Istimewa : Pemerintah desa menggelar rapat bersama paguyuban warga pada Selasa, 3 Maret 2026, untuk membahas polemik pendirian dapur SPPG di Palasari
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ia juga menyoroti penggunaan fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai lahan parkir yang dinilai tidak sesuai peruntukan.
Selain itu, paguyuban mempertanyakan spesifikasi bangunan dan kejelasan pengelolaan limbah dapur.
“Kami meminta operasional SPPG dihentikan atau dipindahkan ke lokasi yang lebih tepat,” kata Ronald.
Keluhan serupa disampaikan RN, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi dapur. Ia mengkhawatirkan bau masakan, kebisingan, dan dampak kesehatan bagi keluarganya.
“Kalau aktivitas dimulai pukul 01.00 dini hari untuk mengejar distribusi ke sekolah pukul 09.00, kebisingan pasti terjadi. Saya punya anak balita dan orang tua yang menderita asma. Itu harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.
RN juga menyatakan pengelola dapur tidak melakukan sosialisasi sebelum rencana pendirian mencuat ke publik.
“Setelah ramai diberitakan, baru izin diurus sekitar Desember atau Januari. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan ke warga terdekat,” kata dia.
- Penulis: Ikbal













































