Viral Chat Tak Pantas, Kades Langensari Sebut Pertemuan Hotel Urusan Jual Beli Rumah
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sen, 29 Des 2025

Gambar ilustrasi : Chat diduga Mesum Kades Langensari Kepada Seorang Kadus Di desanya.
RUANGPOJOK.COM – Dugaan percakapan bernada mesum yang menyeret Kepala Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, memicu polemik publik.
Percakapan yang menyebut kata “hotel” dan frasa bernuansa seksual itu kini viral dan dipertanyakan dari sisi etika kepemimpinan, meski yang bersangkutan menyebutnya sebatas candaan lama di tahun 2024.
Warga Desa Langensari, Inisial S, menilai percakapan yang diduga dilakukan Kepala Desa Langensari sebagai tindakan tidak pantas bagi seorang pejabat publik.
Ia menegaskan, alasan guyonan tidak dapat dibenarkan karena menyangkut etika dan marwah jabatan kepala desa.
“Tidak ada istilah guyonan bagi kepala desa soal check-in hotel. Kalau bukan pejabat publik mungkin masih bisa disebut bercanda, tapi ini kepala desa,” katanya, Senin, 29 Desember 2025.
Ia juga menyayangkan cara kepala desa menangani persoalan sengketa di wilayahnya.
Menurutnya, sengketa tanah seharusnya diselesaikan secara terbuka dan proporsional, bukan justru diarahkan ke hotel.
“Ini bukan jual beli, ini sengketa tanah antara U dan RT. Awalnya mau diselesaikan di rumah makan, tapi malah dibawa ke hotel. Bahkan U pernah ditanya mau dibawa ke mana,” ujarnya dengan nada kesal.
S menegaskan, ke depan seluruh persoalan yang terjadi di Desa Langensari akan dikembalikan kepada masyarakat.
Ia menyebut warga sudah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan kepala desa saat ini.
“Itu hak masyarakat. Warga sudah tidak mau dipimpin oleh sosok yang disebut melakukan tindakan cabul. Apalagi ternyata bukan hanya satu orang. Kami meminta kepala desa mundur secara baik-baik, dan ini akan kami perjuangkan,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Desa Langensari, Fajar Syuban Amarullah, angkat bicara menanggapi beredarnya tangkapan layar percakapan tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin, 29 Desember 2025, Fajar menegaskan tidak ada unsur pelecehan maupun tindakan amoral dalam percakapan itu.
- Penulis: Ikbal


