Sampah Menggunung di Karang Hawu, DLH Sukabumi Akui Armada Tak Mencukupi
- account_circle Aseng
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Redaksi : Karang Hawu Sukabumi Dipenuhi Sampah, Bau Tak Sedap Ganggu Wisatawan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Di Karang Hawu itu tempat pembuangan sementara, tumpukan sampah agak susah karena yang buang akhirnya dari mana-mana,” kata Usep.
Menurut Usep, sampah yang masuk ke TPS Karang Hawu tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar.
Karena itu, DLH mengingatkan setiap desa agar mengelola sampah secara mandiri melalui pemilahan dan pengolahan.
Dengan pola tersebut, masyarakat dapat mengurangi sampah yang berakhir di TPS dan menyisakan residu untuk pengangkutan.
“Ikhtiar pengangkutan kemarin agar diprioritaskan sambil mengedukasi warga,” ujarnya.
Usep mengatakan petugas mengangkut sampah Karang Hawu sekitar dua hingga tiga kali setiap pekan.
Sementara itu, masyarakat membuang sampah setiap hari sehingga petugas kesulitan memperkirakan volume sampah secara pasti.
“Kalau sampah sulit diprediksi. Jadwal angkut seminggu dua sampai tiga kali, tetapi yang buang setiap hari,” katanya.
Dalam satu kali pengangkutan, petugas membawa sekitar 6 hingga 7 meter kubik sampah dari Karang Hawu.
Usep juga mengakui keterbatasan armada menjadi salah satu kendala pelayanan persampahan di Kabupaten Sukabumi.
“Memang armada masih kurang,” ujarnya.
DLH Kabupaten Sukabumi saat ini memiliki sekitar 54 armada pengangkut sampah. Sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 250 armada.
Keterbatasan tersebut membuat DLH harus mengatur prioritas pengangkutan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah.
Selain armada, Usep menyebut pengelolaan sampah mengalami perubahan setelah TPA Cimenteng ditutup.
DLH Kabupaten Sukabumi kini bekerja sama dengan pihak SCG/CYC dalam pengelolaan sampah.
Karena itu, DLH terus mendorong masyarakat mengurangi sampah dari sumber dan melakukan pemilahan sebelum membuangnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban TPS sekaligus membantu menjaga kebersihan kawasan wisata Karang Hawu.
- Penulis: Aseng
- Editor: Robby





Saat ini belum ada komentar