Camat Pasirkuda Turun Langsung Lerai Bentrokan, Kaki Kanan Patah
- account_circle Robby Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Dokumentasi: Rekan Media) Camat Pasirkuda Mokhamad Irfan Sofyan mengalami luka serius setelah berupaya melerai bentrokan antarsuporter.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.com โ Camat Pasirkuda Mokhamad Irfan Sofyan mengalami luka serius setelah berupaya melerai bentrokan antarsuporter pada laga final turnamen sepak bola Camat Cup di Kecamatan Pasirkuda, Kamis 1 Oktober 2026 beberapa waktu lalu.
Irfan terluka setelah terkena lemparan batu saat berdiri di tengah dua kelompok suporter yang terlibat kericuhan. Akibat kejadian tersebut, kaki kanannya mengalami patah tulang, sementara kaki kirinya mengalami luka sobek yang harus mendapat jahitan.
Turnamen Camat Cup sendiri digelar sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus mencari bibit unggul sepak bola di Kecamatan Pasirkuda.
Irfan mengatakan, gagasan turnamen tersebut berawal dari keinginan masyarakat dan para kepala desa. Sejak menjabat sebagai Camat Pasirkuda pada 14 Mei 2025, ia melakukan kunjungan ke sembilan desa untuk memperkenalkan diri sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
โSelama satu bulan saya blusukan ke sembilan desa. Selain pelayanan kepada masyarakat, ada salah satu keinginan warga dan kepala desa yang belum terwujud, yaitu turnamen sepak bola antardesa,โ paparnya, Sabtu 3 Oktober 2026.
Setelah melalui koordinasi dan berbagai pertimbangan selama sekitar satu tahun, akhirnya disepakati pelaksanaan turnamen yang diberi nama Camat Cup. Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan peringatan hari jadi Kecamatan Pasirkuda ke-18.
Sebelum turnamen digelar, panitia melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, TNI-Polri hingga Forkopimcam.
Sejumlah rapat dilakukan untuk memastikan pelaksanaan turnamen berlangsung aman dan kondusif. Kepengurusan Camat Cup kemudian dibentuk dengan melibatkan kepala desa, organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.
Turnamen dimulai pada 4 September 2026. Babak penyisihan hingga delapan besar digelar di Lapangan Desa Kalibaru. Sementara babak semifinal hingga final dilaksanakan di Lapangan Adimukti, Desa Pusakajaya, Kecamatan Pasirkuda.
Namun, pertandingan final antara Desa Simpang dan Desa Kalibaru pada 1 Oktober 2026 diwarnai kericuhan antarsuporter.
Keributan sempat terjadi menjelang pertandingan berakhir. Petugas keamanan bersama panitia berhasil meredakan situasi. Namun, keributan kembali pecah pada babak kedua.
Untuk mencegah konflik meluas, camat bersama panitia akhirnya memutuskan pertandingan dihentikan dengan menyisakan waktu sekitar 19 menit.
- Penulis: Robby Zayu





Saat ini belum ada komentar