Puluhan Siswa SD di Cianjur Masih Belajar Tanpa Meja dan Kursi, Disdikpora Evaluasi Penggunaan Dana BOS
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Puluhan siswa SD Negeri di wilayah Lembur Tengah, Kecamatan Cianjur, mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi.
RUANGPOJOK.COM – Puluhan siswa di sebuah SD Negeri Lembur Tengah, Desa Solokpandan, Kecamatan Cianjur, masih belajar tanpa meja dan kursi.
Meski bangunan sekolah telah direhabilitasi pascagempa pada 2023, tiga ruang kelas hingga kini masih digunakan tanpa meja dan kursi. Siswa hanya belajar beralaskan karpet.
Berdasarkan pantauan Ruangpojok.com di lokasi, siswa kelas 4C, 4D, dan 5B mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa fasilitas meja dan kursi.
Kondisi itu membuat sebagian orang tua membeli meja lipat agar anaknya dapat belajar lebih nyaman.
“Alhamdulillah gedung sekolah sudah bagus setelah direnovasi. Namun anak kami masih belajar di atas karpet karena belum ada meja dan kursi,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengaku tidak mampu membeli meja lipat seperti sebagian orang tua lainnya. Akibatnya, anaknya tetap belajar tanpa meja dan kursi.
Kepala sekolah, Siti Nuralam, membenarkan masih ada tiga dari 11 ruang kelas yang belum memiliki mebel. Menurutnya, sekolah baru menerima 20 set meja dan kursi untuk didistribusikan.
“Sejak 2020 kami berupaya melengkapi kebutuhan mebel melalui dana BOS secara bertahap. Mudah-mudahan tahun ini seluruh kelas sudah terpenuhi,” katanya.
Siti mengatakan sekolah juga telah mengajukan bantuan pengadaan mebel kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rifki Mohammad Ramdan, menjelaskan rehabilitasi pascagempa memprioritaskan pembangunan fisik sekolah.
“Anggaran pascagempa saat itu hanya membiayai pembangunan fisik. Pengadaan mebel belum terakomodasi,” ujar Rifki.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Ikbal

