Breaking News
Beranda » Budaya & Pariwisata » Pandanwangi di Ujung Senja: Ketika Warisan Cianjur Terancam Punah di Era Modern

Pandanwangi di Ujung Senja: Ketika Warisan Cianjur Terancam Punah di Era Modern

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 20 jam yang lalu

Sejumlah penelitian nasional bahkan menunjukkan aroma, tekstur, dan kualitas Pandanwangi akan berubah apabila ditanam di luar kawasan geografis Cianjur.

Namun, perlindungan hukum di atas kertas belum cukup menghadapi ancaman di lapangan. Alih fungsi lahan pertanian terus terjadi.

Kawasan sentra Pandanwangi seperti Warungkondang, Cibeber, hingga Cugenang mulai terdesak pembangunan permukiman dan infrastruktur.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan Pandanwangi membutuhkan langkah yang lebih konkret dan operasional.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur perlu segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) khusus mengenai tata kelola dan perlindungan Padi Pandanwangi.

Urgensi penerbitan Perbup semakin kuat karena Kabupaten Cianjur sebenarnya telah memiliki Perda Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pelestarian dan Perlindungan Padi Pandanwangi.

Namun, regulasi tersebut masih memerlukan aturan pelaksana yang lebih rinci agar implementasinya berjalan efektif.

Tanpa aturan teknis, Perda berisiko hanya menjadi dokumen administratif tanpa dampak nyata bagi perlindungan Pandanwangi.

Perbup diperlukan untuk mengatur zonasi lahan, tata niaga, pengawasan distribusi, standar kemurnian beras, hingga perlindungan harga gabah di tingkat petani.

Regulasi teknis itu juga penting untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik pemalsuan beras Pandanwangi yang selama ini menjadi persoalan serius dalam perlindungan produk Indikasi Geografis.

Selain perlindungan produk, perhatian terhadap kesejahteraan petani juga menjadi hal mendesak. Biaya produksi Pandanwangi relatif lebih tinggi dibanding varietas biasa, sementara selisih harga gabah di tingkat petani belum memberikan keuntungan yang sepadan.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, minat petani menanam Pandanwangi akan semakin menurun.

Dampaknya bukan hanya penurunan produksi, tetapi juga ancaman hilangnya identitas agraris Cianjur yang selama ini melekat kuat pada Pandanwangi.

Padahal, varietas lokal itu memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi daerah karena mengandung nilai pangan premium, budaya, wisata, dan identitas geografis yang tidak dimiliki daerah lain.

Karena itu, persoalan Pandanwangi tidak bisa dipandang semata sebagai isu pertanian. Masalah ini berkaitan dengan masa depan identitas Cianjur, keberlangsungan hidup ribuan keluarga petani, serta tanggung jawab menjaga warisan budaya lokal bagi generasi mendatang.

Modernisasi seharusnya tidak menghapus tradisi. Kemajuan teknologi justru harus menjadi alat untuk memperkuat identitas pertanian daerah, bukan menggantikannya dengan sistem yang mengabaikan nilai budaya dan sejarah lokal.

Waktu terus berjalan dan Pandanwangi tidak bisa menunggu lebih lama. Setiap keterlambatan menghadirkan risiko semakin berkurangnya lahan pertanian, semakin banyak petani meninggalkan Pandanwangi, serta semakin memudarnya harapan pelestarian varietas khas Cianjur tersebut.

Jika tidak ada langkah nyata mulai hari ini, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal Pandanwangi melalui cerita lama, arsip sejarah, dan romantisme masa lalu.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lansia Pengedar Narkoba Alami Sakit Usai Ditangkap Polres Cianjur

    Lansia Pengedar Narkoba Alami Sakit Usai Ditangkap Polres Cianjur

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tersangka menjual sabu dalam paket kecil dengan keuntungan sekitar Rp750.000 per transaksi. “Saat ini, FA sedang dalam perawatan di RS Bhayangkara karena kondisi kesehatannya yang menurun. Meski demikian, proses penyidikan tetap berjalan, dan kami akan mengembangkan kasus ini lebih lanjut,” tambahnya. Herman menilai modus pengedaran FA cukup profesional, dengan sabu yang dikemas rapi dan disimpan […]

  • Polres Cianjur Musnahkan 8.070 Botol Miras dan 6.603 Knalpot Bising Jelang Nataru

    Polres Cianjur Musnahkan 8.070 Botol Miras dan 6.603 Knalpot Bising Jelang Nataru

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Barang bukti miras tersebut merupakan hasil penindakan Satresnarkoba, Satreskrim, Satsamapta, serta Polsek jajaran Polres Cianjur. Para pelanggar dikenakan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 12 Tahun 2013 tentang Minuman Keras dan diproses melalui sidang tindak pidana ringan (tipiring). Selain miras, polisi juga memusnahkan 6.603 knalpot bising hasil penindakan pelanggaran lalu lintas selama Januari hingga Desember 2025. […]

  • Heboh! Adik Bupati Non Aktif Jadi Tersangka Penipuan Proyek Fiktif, Mencapai Setengah Miliar

    Heboh! Adik Bupati Non Aktif Jadi Tersangka Penipuan Proyek Fiktif, Mencapai Setengah Miliar

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    AKP Tono mengungkapkan kronologis daei kejadian tersebut, dimana tersangka menawarkan pekerjaan konstruksi di Dinas Bina Marga yang berasal dari aspirasi, dengan meminta uang muka sebagai persyaratan administrasi. Namun, apa yang dijanjikan tersangka merupakan proyek fiktif dan korban merugi. “Tersangka pada tanggal 2 Januari 2018 melakukan setor tunai di bank BNI Cokroaminoto senilai 500 juta ke […]

  • Suntikan Anggaran Dinkes Cianjur Di Stop Pusat, RSUD Sindangbarang Terdampak

    Suntikan Anggaran Dinkes Cianjur Di Stop Pusat, RSUD Sindangbarang Terdampak

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Sementara ini, semua kebutuhan fisik, alat kesehatan, dan obat-obatan bersumber dari APBD tahun 2025,” tambahnya. Ia menambahkan, rencana pengembangan RSUD Sindangbarang juga terhambat akibat keterbatasan anggaran. Total kebutuhan anggaran mencapai Rp80 miliar, dengan Rp19 miliar untuk pembangunan dan sisanya untuk pengadaan alat kesehatan. “Kita untuk mengembangkan rsud sindang barang saja membutuhkan 80 Milyar, bangunan 19 […]

  • Cianjur Bidik 15 Besar Jabar, Bupati Genjot Pembinaan Lewat Rakerkab KONI 2026

    Cianjur Bidik 15 Besar Jabar, Bupati Genjot Pembinaan Lewat Rakerkab KONI 2026

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Saat ini, Cianjur berada di kisaran peringkat ke-26. Karena itu, pemerintah daerah memasang target realistis menembus 15 besar. “Target kita masuk 15 besar di Jawa Barat. Ini menjadi motivasi bersama, baik bagi atlet, pelatih, maupun seluruh pemangku kepentingan olahraga,” tegasnya. Wahyu menekankan peningkatan prestasi olahraga Cianjur akan bertumpu pada penguatan program pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, […]

  • Penerimaan Pajak Daerah Cianjur Lampaui Target di Tahun 2024

    Penerimaan Pajak Daerah Cianjur Lampaui Target di Tahun 2024

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ia mengusulkan percepatan dan perluasan digitalisasi penerimaan pajak daerah, seperti layanan pajak keliling berbasis digital. Selanjutnya, Cicih menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Bapenda. “Kami berhasil melampaui target sebesar Rp13 miliar dari yang telah ditetapkan. Ini menunjukkan kerja keras seluruh pegawai Bapenda,” ujar Cicih. Cicih juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada […]

error: Content is protected !!
expand_less