Breaking News
Beranda » Desa Kita » Pandanwangi di Ujung Senja: Ketika Warisan Cianjur Terancam Punah di Era Modern

Pandanwangi di Ujung Senja: Ketika Warisan Cianjur Terancam Punah di Era Modern

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 10 Mei 2026

Sejumlah penelitian nasional bahkan menunjukkan aroma, tekstur, dan kualitas Pandanwangi akan berubah apabila ditanam di luar kawasan geografis Cianjur.

Namun, perlindungan hukum di atas kertas belum cukup menghadapi ancaman di lapangan. Alih fungsi lahan pertanian terus terjadi.

Kawasan sentra Pandanwangi seperti Warungkondang, Cibeber, hingga Cugenang mulai terdesak pembangunan permukiman dan infrastruktur.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan Pandanwangi membutuhkan langkah yang lebih konkret dan operasional.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur perlu segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) khusus mengenai tata kelola dan perlindungan Padi Pandanwangi.

Urgensi penerbitan Perbup semakin kuat karena Kabupaten Cianjur sebenarnya telah memiliki Perda Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pelestarian dan Perlindungan Padi Pandanwangi.

Namun, regulasi tersebut masih memerlukan aturan pelaksana yang lebih rinci agar implementasinya berjalan efektif.

Tanpa aturan teknis, Perda berisiko hanya menjadi dokumen administratif tanpa dampak nyata bagi perlindungan Pandanwangi.

Perbup diperlukan untuk mengatur zonasi lahan, tata niaga, pengawasan distribusi, standar kemurnian beras, hingga perlindungan harga gabah di tingkat petani.

Regulasi teknis itu juga penting untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik pemalsuan beras Pandanwangi yang selama ini menjadi persoalan serius dalam perlindungan produk Indikasi Geografis.

Selain perlindungan produk, perhatian terhadap kesejahteraan petani juga menjadi hal mendesak. Biaya produksi Pandanwangi relatif lebih tinggi dibanding varietas biasa, sementara selisih harga gabah di tingkat petani belum memberikan keuntungan yang sepadan.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, minat petani menanam Pandanwangi akan semakin menurun.

Dampaknya bukan hanya penurunan produksi, tetapi juga ancaman hilangnya identitas agraris Cianjur yang selama ini melekat kuat pada Pandanwangi.

Padahal, varietas lokal itu memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi daerah karena mengandung nilai pangan premium, budaya, wisata, dan identitas geografis yang tidak dimiliki daerah lain.

Karena itu, persoalan Pandanwangi tidak bisa dipandang semata sebagai isu pertanian. Masalah ini berkaitan dengan masa depan identitas Cianjur, keberlangsungan hidup ribuan keluarga petani, serta tanggung jawab menjaga warisan budaya lokal bagi generasi mendatang.

Modernisasi seharusnya tidak menghapus tradisi. Kemajuan teknologi justru harus menjadi alat untuk memperkuat identitas pertanian daerah, bukan menggantikannya dengan sistem yang mengabaikan nilai budaya dan sejarah lokal.

Waktu terus berjalan dan Pandanwangi tidak bisa menunggu lebih lama. Setiap keterlambatan menghadirkan risiko semakin berkurangnya lahan pertanian, semakin banyak petani meninggalkan Pandanwangi, serta semakin memudarnya harapan pelestarian varietas khas Cianjur tersebut.

Jika tidak ada langkah nyata mulai hari ini, bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal Pandanwangi melalui cerita lama, arsip sejarah, dan romantisme masa lalu.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme, Jaga Investasi di Cianjur

    Bupati Bentuk Satgas Pemberantasan Premanisme, Jaga Investasi di Cianjur

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bupati Wahyu mengapresiasi kolaborasi cepat antara pemerintah daerah dan pihak terkait dalam mempersiapkan Satgas. “Dengan koordinasi yang baik, kami merampungkan persiapan Satgas hanya dalam satu hingga dua hari,” ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Cianjur, Heri Suparjo, mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat langsung menginstruksikan pembentukan Satgas kepada seluruh kepala daerah di provinsi […]

  • Mang Gopar Bersama Bagong Mogok Berikan Bantuan Kepada Warga Kubang

    Mang Gopar Bersama Bagong Mogok Berikan Bantuan Kepada Warga Kubang

    • calendar_month Kam, 12 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Bencana ini menghancurkan banyak rumah, membuat jalan bergelombang, dan menyebabkan sebagian tanah longsor,” tambahnya. Sementara itu, Anggota DPRD Cianjur Fraksi PKB, Gopar Hendra Gunawan, menegaskan bahwa membantu masyarakat adalah kewajiban semua pihak. “Semua pihak wajib membantu masyarakat yang terkena bencana yang menimpa Cianjur Selatan saat ini,” ujarnya. Oleh karena itu, Gopar berharap, masyarakat dan pemerintah […]

  • Disperkim Cianjur Akui PT Lianhua Belum Memiliki PBG, Kabid : Masih Berproses

    Disperkim Cianjur Akui PT Lianhua Belum Memiliki PBG, Kabid : Masih Berproses

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Kami pernah memberikan saran agar PT Lianhua menyelesaikan izin PBG terlebih dahulu sebelum memulai pembangunan gedung. Namun hingga saat ini, izinnya belum sepenuhnya rampung,” ungkap Wandi, Sabtu, 10 Mei 2025. Menurut Wandi, perusahaan sedang memproses perizinan PBG untuk empat lokasi pembangunan. Oleh karena itu, Disperkim mendesak perusahaan untuk segera mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum […]

  • Peringati Hari Lahir Pancasila Ke-81, Pemkab Cianjur Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Kebangsaan

    Peringati Hari Lahir Pancasila Ke-81, Pemkab Cianjur Ajak Generasi Muda Perkuat Nilai Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Humas SMK Pasundan 1 Cianjur, Encu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah memilih sekolahnya sebagai lokasi upacara. “SMK Pasundan 1 Cianjur merasa bangga karena dipercaya menjadi tempat pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Cianjur,” katanya. Encu mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib. Sekolah juga menyerahkan penghargaan […]

  • Tantangan di Media Sosial Berujung Salah Sasaran, Dua Pelaku Pembacokan di Cianjur Ditangkap

    Tantangan di Media Sosial Berujung Salah Sasaran, Dua Pelaku Pembacokan di Cianjur Ditangkap

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Polisi masih memburu dua pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Lebih lanjut, Kapolres menyebut motif pembacokan diduga karena salah sasaran. Para pelaku sebelumnya terlibat saling tantang dengan kelompok lain melalui media sosial Instagram dan keliru mengira korban sebagai lawannya. “Pelaku mengira korban adalah pihak yang menantang mereka di media sosial. Faktanya, korban tidak […]

  • Tak Jumawa, Demokrat Terus Berikan Pendidikan Politik Kepada Kader Meskipun Survey BHS-I Tinggi.

    Tak Jumawa, Demokrat Terus Berikan Pendidikan Politik Kepada Kader Meskipun Survey BHS-I Tinggi.

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Kami memilih paslon no 1, BHS-I karena rekomendasinya langsung dari AHY. Melihat keteladanan beliau, kami yakin bisa mencapai hasil yang sama di daerah,” ungkap Lilis. Selanjutnya, Lilis juga memaparkan hasil survei terbaru yang menunjukkan pasangan BHS-I unggul dengan 59%. Ia yakin pengalaman Herman Suherman dalam memimpin menjadi alasan utama masyarakat tetap memilihnya. “Pak Herman sudah […]

expand_less