Menu Rendang Sapi Rp10 Ribu Disebut Alot dan Dikemas Kertas Nasi untuk Balita di Maleber, SPPG Maleber Beri Penjelasan
- account_circle Ikbal
- calendar_month Kam, 2 Apr 2026

Gambar Istimewa : Menu yang diterima salah seorang warga untuk porsi balita di Maleber
Selisih tersebut, kata dia, digunakan dalam skema subsidi silang untuk menu pada hari berikutnya.
“Untuk porsi balita Rp10 ribu, nanti ada subsidi silang untuk menu berikutnya,” katanya.
Menjawab pertanyaan mengenai pemberian rendang kepada balita, Qori menjelaskan bahwa sasaran penerima manfaat mayoritas berusia di atas satu tahun, bahkan banyak yang sudah lebih dari dua tahun.
“Artinya, mereka sudah bisa mengonsumsi makanan keluarga atau makanan dengan tekstur biasa, meskipun tidak semua jenis makanan,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kemasan, Qori membantah penggunaan kertas nasi dalam distribusi dari dapur ke posyandu.
Ia memastikan seluruh makanan dikirim menggunakan ompreng sesuai prosedur.
“Kami tidak pernah menyalurkan MBG dengan kertas nasi. Kami memiliki dokumentasi pengiriman menggunakan ompreng dan siap menunjukkannya jika diperlukan,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak posyandu menjelaskan bahwa penggunaan kertas nasi merupakan inisiatif kader di lapangan.
Hal tersebut dilakukan ketika makanan tidak diambil oleh penerima manfaat selama lebih dari tiga jam.
Kader kemudian memindahkan makanan dari ompreng ke kertas nasi agar tetap dapat disalurkan ke rumah penerima manfaat.
“Ini inisiatif kader karena makanan tidak diambil, jadi kami kirim langsung ke rumah penerima manfaat, karena ompreng akan diambil oleh pihak SPPG,” ungkap pihak posyandu.
Langkah tersebut dilakukan agar balita tetap mendapatkan asupan gizi tanpa harus datang langsung ke lokasi posyandu.
- Penulis: Ikbal





















































