Limbah Dapur MBG Yayasan Tunas Mekar Diduga Cemari Sawah dan Selokan, Pengelola Akui Lalai Kelola IPAL
- account_circle Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: ilustrasi GeminiAI) Dugaan pencemaran tersebut terungkap setelah seorang warga Desa Nagrak berinisial A mengirimkan rekaman video.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM – Limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nagrak 1 diduga mencemari sawah dan saluran air milik warga Kampung Cikukulu, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
Pihak pengelola melalui perwakilannya mengakui limbah yang terekam dalam video warga berasal dari dapur MBG di bawah naungan Yayasan Tunas Mekar Cianjur.
Dugaan pencemaran itu terungkap setelah seorang warga Desa Nagrak berinisial A mengirimkan rekaman video kepada awak media pada 20 Oktober 2026 pagi.
Rekaman tersebut memperlihatkan aliran limbah dapur yang mengarah ke area persawahan, selokan, dan lingkungan permukiman warga.
Ruangpojok.com kemudian meneruskan video tersebut kepada Koordinator Wilayah SPPG Cianjur untuk meminta tindak lanjut.
Pada hari yang sama, pihak SPPG menghubungi awak media dan meminta klarifikasi langsung di lokasi dapur MBG.
Saat dikonfirmasi, perwakilan SPPG Nagrak 1 bernama Bimo membenarkan bahwa limbah dalam rekaman tersebut berasal dari dapur yang dikelolanya.
Bimo mengaku telah mengajukan permohonan kepada yayasan untuk membeli kembali bak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) setelah menerima informasi dugaan pencemaran.
Padahal, pengelola sebelumnya sudah memasang fasilitas IPAL di lokasi dapur. Namun, fasilitas tersebut diduga belum berfungsi optimal sehingga limbah masih mengalir keluar.
- Penulis: Zayu






Saat ini belum ada komentar