Puncak Ngiringan Seren Taun Kasepuhan Cisarua, Camat Cisolok: Budaya Harus Jadi Kekuatan Membangun
- account_circle Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tradisi tahunan tersebut menjadi ungkapan syukur masyarakat adat atas hasil bumi sekaligus upaya menjaga warisan leluhur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.com โ Puncak acara Ngiringan Seren Taun Kasepuhan Adat Cisarua di Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Cisolok, berlangsung khidmat, Minggu 1 November 2026.
Tradisi tahunan tersebut menjadi ungkapan syukur masyarakat adat atas hasil bumi sekaligus upaya menjaga warisan leluhur.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menegaskan Seren Taun bukan sekadar tradisi seremonial. Kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai luhur dan identitas masyarakat adat.
โSeren Taun memiliki makna mendalam. Di dalamnya terkandung rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi dan rezeki,โ ujarnya.
Menurut Okih, tradisi tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan lingkungan.
Di hadapan ketua adat, para sesepuh, Kepala Desa Gunung Tanjung, tokoh masyarakat, dan warga adat, Okih mengapresiasi konsistensi masyarakat Kasepuhan Cisarua dalam menjaga warisan leluhur.
Ia menilai Seren Taun mengajarkan masyarakat untuk menghormati leluhur, mempertahankan kearifan lokal, dan mewariskan nilai budaya kepada generasi muda.
Okih mengingatkan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri serta identitas daerah.
- Penulis: Zayu






Saat ini belum ada komentar