Limbah Dapur MBG Yayasan Tunas Mekar Diduga Cemari Sawah dan Selokan, Pengelola Akui Lalai Kelola IPAL
- account_circle Zayu
- calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: ilustrasi GeminiAI) Dugaan pencemaran tersebut terungkap setelah seorang warga Desa Nagrak berinisial A mengirimkan rekaman video.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengolahan limbah dan pengawasan lingkungan pada dapur penyedia makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur segera memeriksa saluran pembuangan dan memastikan pengelola memenuhi ketentuan pengolahan limbah.
Sementara itu, Kepala Desa Nagrak, Hendi Saepul Maladi, mengatakan pemerintah desa belum menerima laporan resmi masyarakat mengenai dugaan pencemaran tersebut.
“Yang laporan ke desa belum ada. Cuma kalau memang melanggar, pasti kita tindak lanjuti dengan LH,” kata Hendi.
Ia menjelaskan, pemerintah desa hanya pernah berkoordinasi dengan pengelola SPPG ketika dapur tersebut pertama kali akan beroperasi.
“Koordinasi cuma ada sekali saja dulu ketika pertama kali mau mulai. Sekarang tidak pernah ada koordinasi lagi,” ujarnya.
Hendi menegaskan pemerintah desa akan berkoordinasi dengan DLH apabila menemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan.
Hingga berita ini ditulis, DLH Kabupaten Cianjur belum memberikan keterangan mengenai pemeriksaan maupun hasil pengujian untuk memastikan tingkat pencemaran dan dampaknya terhadap persawahan serta saluran air warga. (as)
- Penulis: Zayu






Saat ini belum ada komentar