Kepala Peternakan Ditangkap Polres Cianjur, Diduga Bunuh Istri Siri Usai Lihat Video Medsos
- account_circle Najib
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Gambar Redaksi : Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi bersama jajaran Satreskrim menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan berencana dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM – Polisi menangkap AS (45), kepala pengurus peternakan ayam, karena diduga membunuh IM (44), istri sirinya, di Kecamatan Gekbrong, Cianjur.
Satreskrim Polres Cianjur menangkap AS di rumah seorang guru spiritual di Kampung Bojongjengkol, Desa Balekembang, Kecamatan Kalibunder, Sukabumi.
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi mengatakan polisi menangkap AS pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.
Polisi menduga AS membunuh korban setelah melihat dua video TikTok yang memperlihatkan IM bersama pria lain di sebuah cafe.
“Akibat video tersebut tersangka merasa cemburu dan marah ingin menghabisi nyawa korban,” kata Alexander saat konferensi pers, Rabu, 2 September 2026.
Kasus pembunuhan itu terjadi di Peternakan Ayam Jamali Farm, Kampung Cipaku Cau, Desa Cikancana, Kecamatan Gekbrong, Cianjur.
Menurut polisi, AS mulai merencanakan pembunuhan pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, setelah menerima dua video dari akun TikTok teman korban.
Keesokan harinya, AS meminta sejumlah pegawai menggali lubang di belakang kamar mess peternakan.
AS mengatakan lubang tersebut akan digunakan sebagai septic tank. Polisi menduga AS sebenarnya menyiapkan lubang itu untuk menguburkan korban.
Polisi menemukan lubang tersebut memiliki panjang sekitar dua meter, lebar 80 sentimeter, dan kedalaman sekitar satu meter.
Pada Minggu, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 13.30 WIB, IM datang ke mess setelah AS memintanya memasak dan membersihkan tempat tersebut.
Setelah korban menyelesaikan pekerjaannya, AS menanyakan keberadaan IM pada Minggu sebelumnya dan menunjukkan dua video tersebut.
Pertanyaan itu memicu pertengkaran antara keduanya. AS kemudian menampar korban menggunakan tangan kosong.
IM melawan dengan mendorong tubuh AS. Tersangka kemudian mengambil tongkat baseball berbahan kayu yang tergantung di dinding.
AS memukul kepala dan tubuh korban berkali-kali hingga IM terjatuh dan kehilangan kesadaran.
Polisi menyebut AS kemudian melakukan tindakan lain untuk memastikan korban meninggal dunia.
Setelah korban meninggal, AS menutup jasad IM menggunakan karpet sebelum meninggalkan lokasi.
Tersangka kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox milik korban.
- Penulis: Najib
- Editor: Ikbal













































