GMNI Bongkar Fakta Ratusan Dapur MBG Tak Bersertifikat, Menu Makanan Bahayakan Siswa
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025

Foto Redaksi : Coretan-coretan kekecewaan GMNI kepada Pemkab Cianjur dan Wakil Rakyat.
GMNI juga mengkritik pernyataan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian yang tetap melanjutkan program MBG dengan menutup dua dapur saja.
Sikap itu dianggap menunjukkan arogansi kebijakan tanpa empati terhadap para korban.
“Tidak ada jaminan keamanan pangan yang jelas, tidak ada transparansi hasil investigasi, dan tidak ada evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi dapur MBG,” ucapnya.
Temuan GMNI menunjukkan lemahnya sistem pengawasan di lapangan. Dari total 157 dapur SPPG di Cianjur, hanya empat yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagaimana diwajibkan dalam peraturan.
Padahal, sertifikat itu hanya dapat diperoleh melalui inspeksi kesehatan lingkungan dan uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan.
“Fakta bahwa hanya empat dapur memenuhi syarat menunjukkan kelalaian serius Pemkab Cianjur dalam menjamin keamanan pangan anak sekolah,” tegas Rama.
Oleh karena itu, GMNI menuntut Pemkab Cianjur untuk Menghentikan sementara seluruh distribusi MBG hingga ada jaminan keamanan pangan, melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh vendor penyedia MBG, dan Memastikan semua dapur SPPG memiliki sertifikat Halal, SLHS, HACCP, dan BPOM.
“Pastikan program MBG memberi gizi, bukan ancaman bagi anak-anak Cianjur. Pemerintah harus memulihkan korban secara menyeluruh, baik secara medis maupun psikologis,” pungkasnya.
- Penulis: Admin


