Empat Kali Diusulkan, Rumah Tak Layak Huni di Sukaluyu Masih Terhambat Status Tanah
- account_circle Zayu
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Rekan Media) 10 Tahun Rumah Nyaris Ambruk, Warga Sukaluyu Cianjur Belum Tersentuh Bantuan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lantai rumah dari bilik bambu berlubang, atapnya terancam ambruk, dan tiang penyangga bangunan tampak miring. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir 10 tahun tanpa perbaikan.
Dodi mengaku belum menerima bantuan perbaikan rumah karena terkendala kategori desil dalam pendataan kesejahteraan sosial.
“Karena desilnya masuk desil tujuh. Jadi kami belum masuk sebagai kategori penerima bantuan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa 20 Oktober 2026.
Ia mengatakan, hujan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi dirinya dan sang istri. Selain kebocoran, keduanya takut rumah tersebut roboh sewaktu-waktu.
“Kalau hujan mah bocor, saya dan istri hanya bisa berdoa agar tidak rubuh. Mudah-mudahan saja ada bantuan untuk pembangunan rumah,” ungkapnya.
Camat Sukaluyu, Ejen Zaenal Muttaqin, mengatakan pemerintah telah empat kali mengusulkan perbaikan rumah tersebut. Namun, pengajuan itu belum membuahkan hasil karena terkendala status kepemilikan tanah.
“Sudah empat kali diusulkan perbaikan, tetapi selalu terkendala status tanah. Kami sudah menyarankan program rumah tidak layak huni (rutilahu) di Perkim untuk 2027,” ungkapnya.
Ejen berharap instansi terkait segera menemukan solusi agar warga yang benar-benar membutuhkan rumah layak huni tetap memperoleh bantuan.
“Harus ada solusi untuk hal-hal seperti ini. Jangan sampai warga yang betul-betul membutuhkan rumah layak huni selamanya tidak bisa dibantu pemerintah,” tegasnya.
Sekretaris Desa Sukamulya, Dadan Ropandi, mengatakan pemerintah desa langsung menindaklanjuti laporan mengenai kondisi rumah tersebut.
Pihaknya telah melakukan survei lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengupayakan bantuan bagi keluarga tersebut.
Dadan menjelaskan, hasil pengecekan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menunjukkan keluarga tersebut berada pada desil tujuh.
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar