Breaking News
Beranda » Desa Kita » Banner Penolakan Dapur SPPG di Villa Ceri Dicopot Paksa, Diduga Disertai Ancaman; Warga Lapor Polisi

Banner Penolakan Dapur SPPG di Villa Ceri Dicopot Paksa, Diduga Disertai Ancaman; Warga Lapor Polisi

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Sekitar jam 18.38 WIB dia naik dan mencabut banner. Kami sempat melarang, tapi dia tetap memaksa,” ujarnya.

Menurut Agis, ancaman yang dilontarkan membuat petugas tidak melakukan tindakan fisik.

“Dia bilang kalau kami ikut campur nanti bisa terjadi pertumpahan darah,” ucapnya.

Kepala keamanan, Thomas, membenarkan adanya pergerakan sejumlah kendaraan ke dalam kompleks sebelum kejadian.

“Ada empat mobil dan satu motor dengan sekitar delapan sampai sepuluh orang yang masuk ke kawasan sekitar jam empat sore,” katanya.

Thomas mengaku telah menginstruksikan agar penurunan banner tidak diizinkan tanpa persetujuan paguyuban. Namun, tak lama kemudian ia menerima laporan banner telah dicopot secara paksa disertai ancaman.

“Menurut laporan anggota, banner diturunkan dengan cara memaksa dan ada ucapan ancaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, polemik dapur SPPG di kawasan tersebut masih dalam proses hukum.

Paguyuban warga sebelumnya telah melayangkan surat penolakan karena operasional dinilai tidak melalui koordinasi serta diduga mengalihfungsikan fasilitas umum.

“Kami sudah menyatakan penolakan karena tidak ada koordinasi, bahkan ada fasilitas umum yang diubah menjadi tempat parkir,” ujarnya.

  • Penulis: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less