Warga Cianjur Selatan Keluhkan Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan, PLN Jelaskan Penyebabnya
- account_circle Ikbal
- calendar_month 0 menit yang lalu

Gambar Redaksi : Trafo gardu induk PLN di Tanggeung yang dipersiapkan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Cianjur Selatan.
RUANGPOJOK.COM – Warga di sejumlah wilayah Cianjur Selatan mengeluhkan pemadaman listrik yang kerap terjadi tanpa pemberitahuan dari PT PLN (Persero). Gangguan tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan usaha kecil.
Salah satu pemadaman terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026. Listrik padam sejak pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 06.00 WIB di sejumlah wilayah Cianjur Selatan.
Iwan, warga Kecamatan Cibinong. Ia mengatakan listrik padam sejak pukul 02.00 WIB hingga sekitar 06.30 WIB tanpa pemberitahuan.
Ia juga mempertanyakan fungsi trafo yang beberapa bulan lalu dibawa ke wilayah Tanggeung. Menurutnya, masyarakat berharap pemasangan trafo mengurangi gangguan listrik.
“Sudah sering pemadaman tanpa pemberitahuan. Kami kira setelah trafo dipasang, gangguan tidak akan sesering ini,” ujarnya, Minggu, 28 Juni 2026.
Keluhan serupa disampaikan Heru, warga Kecamatan Agrabinta, mengaku pemadaman hampir terjadi setiap hari. Kondisi itu membuat aktivitas ekonomi di warungnya terganggu.
“Listrik padam di Agrabinta itu sudah seperti setiap hari. Pelanggan jadi enggan datang karena listrik mati dan jalan juga gelap,” katanya, Senin, 29 Juni 2026.
Menanggapi keluhan masyarakat, Manager PLN ULP Tanggeung, Egi Kusmiprayogi, menjelaskan pemadaman dalam dua pekan terakhir dipengaruhi kebijakan manajemen beban pada sistem kelistrikan Jawa.
Menurutnya, beberapa pembangkit mengalami kendala teknis sehingga tidak dapat beroperasi normal. PLN kemudian menerapkan pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem.
“Pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban agar sistem kelistrikan di Pulau Jawa tetap aman dan tidak terjadi blackout,” katanya, Selasa, 30 Juni 2026.
Egi mengatakan jaringan listrik di Cianjur Selatan juga menghadapi tantangan tersendiri. Wilayah tersebut belum memiliki gardu induk sehingga pasokan masih berasal dari sistem Ciwidey-Soreang.
Kondisi itu membuat jaringan distribusi lebih panjang dan rentan mengalami gangguan. Pohon maupun binatang yang menyentuh jaringan juga sering memicu padam listrik.
- Penulis: Ikbal

