Warga Cianjur Selatan Keluhkan Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan, PLN Jelaskan Penyebabnya
- account_circle Ikbal
- calendar_month 11 menit yang lalu

Gambar Redaksi : Trafo gardu induk PLN di Tanggeung yang dipersiapkan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Cianjur Selatan.
“Gangguan yang sering terjadi di lapangan di antaranya disebabkan pohon maupun binatang yang mengenai jaringan listrik,” ujarnya.
Menanggapi keluhan soal tagihan listrik, Egi menegaskan pemadaman tidak otomatis memengaruhi besaran rekening pelanggan.
PLN menghitung tagihan berdasarkan energi yang digunakan. Kenaikan rekening umumnya dipicu meningkatnya penggunaan peralatan elektronik, terutama saat cuaca panas.
“Kalau pelanggan merasa tagihan naik, biasanya perlu dianalisis riwayat pemakaiannya. Bisa jadi penggunaan peralatan elektronik bertambah,” katanya.
Egi memastikan pembangunan gardu induk di Cianjur Selatan terus berjalan. Trafo telah tersedia, tetapi belum dapat beroperasi karena menunggu pembangunan jaringan SUTET dari Jampang Kulon.
Gardu induk akan menurunkan tegangan dari jaringan transmisi 150 kV menjadi 20 kV sebelum disalurkan ke jaringan distribusi hingga rumah pelanggan.
Keberadaan gardu induk diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik. Cianjur Selatan nantinya tidak lagi bergantung pada jaringan panjang dari Ciwidey-Soreang.
“Kalau gardu induk sudah beroperasi, sistem kelistrikan Cianjur Selatan akan lebih mandiri sehingga gangguan dapat diminimalkan,” ucapnya.
PLN menargetkan pembangunan fisik gardu induk selesai tahun ini. Sementara pembangunan jaringan transmisi diperkirakan rampung dalam waktu sekitar dua tahun.
Setelah beroperasi, gardu induk diproyeksikan melayani kebutuhan listrik sekitar 10 kecamatan di Cianjur Selatan, termasuk Sukanagara hingga Takokak.
PLN mengimbau masyarakat melaporkan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Call Center PLN 123 agar petugas segera menindaklanjuti setiap laporan.
- Penulis: Ikbal

