Blokade PT QL Agrofood Farm di Sukaluyu Memanas, Warga Tuntut Audit Lahan hingga Transparansi CSR
- account_circle Ikbal
- calendar_month 20 jam yang lalu

Gambar Istimewa: Warga Sukaluyu memblokade akses masuk PT QL Agrofood Farm sambil menyuarakan tuntutan terkait dugaan mafia tanah, transparansi CSR, dan kejelasan tenaga kerja.
RUANGPOJOK.COM – Puluhan warga Kecamatan Sukaluyu memblokade akses masuk PT QL Agrofood Farm di Kampung Bengle, Desa Sukamulya, Senin, 27 April 2026.
Aksi ini dipicu tuntutan audit dugaan mafia tanah, transparansi CSR, serta kejelasan status tenaga kerja.
Blokade dilakukan dengan menutup gerbang utama perusahaan menggunakan tumpukan batu brangkal. Akibatnya, aktivitas keluar-masuk di area perusahaan terhenti sementara.
Koordinator aksi dari LBH Mantra, Dahlan Saepuloh, mengatakan warga mendesak audit menyeluruh terhadap proses peralihan lahan yang kini dikuasai perusahaan.
Ia menyebut terdapat dugaan maladministrasi yang mengarah pada praktik mafia tanah.
“Kami menduga terjadi maladministrasi dalam proses peralihan lahan. Ada indikasi kuat praktik mafia tanah,” ujar Dahlan.
Selain persoalan lahan, warga juga menyoroti minimnya kontribusi perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR).
Mereka menilai perusahaan belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Warga mengeluhkan berbagai persoalan, mulai dari sulitnya akses air bersih, kerusakan jalan desa akibat aktivitas operasional perusahaan, hingga kurangnya fasilitas kesehatan bagi warga yang terdampak polusi peternakan.
- Penulis: Ikbal





















































