Kasus HIV/AIDS dan Sifilis di Cianjur Meningkat, DPRD Jabar Desak Penutupan Lokasi Prostitusi
- account_circle Ikbal
- calendar_month Ming, 15 Feb 2026

Gambar Redaksi : Anggota DPRD Jabar, Fraksi Nasdem, Onnie S Sandi
RUANGPOJOK.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat ratusan kasus HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis sepanjang 2024–2025.
Menyikapi lonjakan itu, Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi NasDem, Onnie S. Sandi, mendesak Pemkab Cianjur segera menutup lokasi yang diduga menjadi sarang prostitusi serta memperkuat sinergi dengan ulama dan tokoh masyarakat.
Data Dinkes Cianjur menunjukkan tren infeksi menular seksual (IMS) masih tinggi dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024, tercatat 293 kasus HIV/AIDS dan 323 kasus hepatitis. Pada 2025, terdapat 246 kasus HIV/AIDS dan 312 kasus hepatitis.
Sementara itu, kasus sifilis melonjak signifikan dari 15 kasus pada 2024 menjadi 47 kasus pada 2025.
Dinkes juga mencatat peningkatan kasus HIV/AIDS banyak ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL).
Onnie S. Sandi menilai kondisi tersebut memprihatinkan, terlebih Cianjur dikenal sebagai kota santri dan seribu kobong.
- Penulis: Ikbal


