Breaking News
Beranda » Desa Kita » Wakapolri Tanam Bawang Putih di Cianjur, Kejar Swasembada Nasional 2029

Wakapolri Tanam Bawang Putih di Cianjur, Kejar Swasembada Nasional 2029

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month Kam, 20 Agu 2026

Polri kemudian membentuk tim riset kolaboratif beranggotakan 25 orang. Tim tersebut melibatkan kepolisian, kelompok tani, mahasiswa, dan ahli pertanian.

Tim akan mengkaji karakteristik lahan, penggunaan bibit, serta pola budidaya. Hasil kajian akan menjadi dasar pendampingan bagi petani.

Persoalan bibit juga menjadi perhatian. Petani pada tahap awal memperoleh sekitar satu ton bibit dari PTPN dan sumber swadaya.

Polri bersama Dinas Pertanian dan mitra terkait akan mengembangkan greenhouse pembibitan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan bibit secara berkelanjutan.

Polri juga menyiapkan pipanisasi dan sarana pengairan. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menjaga produksi saat petani menghadapi musim kemarau.

“Kami mengimbau kelompok tani melaporkan setiap hambatan. Kami akan turun, membentuk tim, dan menyelesaikan masalah yang ada,” ujar Irjen Pol Pipit.

Selain penanaman, Polri menyalurkan bantuan sosial kepada 1.000 petani yang tergabung dalam dua kelompok tani di Cianjur.

Bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan kebutuhan petani selama menunggu masa panen. Polri berharap petani dapat fokus merawat tanaman hingga menghasilkan produksi maksimal.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai ketahanan pangan berkaitan dengan stabilitas sosial dan keamanan masyarakat.

Menurut dia, ketersediaan pangan pokok dapat mengurangi tekanan ekonomi dan menjaga ketenangan masyarakat.

“Kalau berasnya cukup, cabai ada, garam ada, gula ada, bawang merah ada, bawang putih ada, maka stabilitas Kamtibmas akan terjaga,” kata Dedi.

Ia mengapresiasi konsep agro policing yang dikembangkan Polri. Konsep itu menggabungkan kepolisian, pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan dalam pengembangan pertanian.

Pemerintah daerah dan Polri selanjutnya akan memperluas lahan, memperkuat pendampingan, serta mengatasi persoalan bibit dan pengairan.

Dari Cianjur, program tersebut diharapkan meningkatkan produksi bawang putih sekaligus memperkuat ekonomi petani.

Pengembangan lahan di Pacet menjadi salah satu bagian dari upaya mengejar target swasembada bawang putih nasional pada 2029.

  • Penulis: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Dewan PAN Dilaporkan ke BK DPRD Cianjur, Terkait Dugaan Pelanggaran Etik dan Reses

    Dua Dewan PAN Dilaporkan ke BK DPRD Cianjur, Terkait Dugaan Pelanggaran Etik dan Reses

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Menurut Andri, kedua laporan tersebut memiliki substansi yang berbeda. Untuk laporan terhadap Hendi Mulyana berkaitan dengan dugaan pelanggaran etika karena diduga tertidur saat rapat paripurna. Sementara itu, laporan terhadap Hendang Purnamasari terkait dugaan pelaksanaan reses. BK DPRD Cianjur, kata dia, akan mempelajari masing-masing laporan sesuai mekanisme yang berlaku sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Sementara itu, […]

  • Fahmi Zulfahmi Serap Aspirasi Warga Saat Reses DPRD Cianjur di Dapil II

    Fahmi Zulfahmi Serap Aspirasi Warga Saat Reses DPRD Cianjur di Dapil II

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Sementara itu, tokoh agama di Desa Cintaasih, Kecamatan Gekbrong, mengeluhkan insentif guru ngaji yang belum diterima dalam beberapa waktu terakhir. Mereka berharap pemerintah kembali menyalurkan insentif sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan keagamaan di masyarakat. Di Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, pemerintah desa meminta perhatian terhadap pembangunan infrastruktur yang terhambat keterbatasan anggaran. Kepala desa menyebut berkurangnya alokasi […]

  • Temuan BPK RI Tahun 2025 Ungkap Persoalan Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkab Cianjur

    Temuan BPK RI Tahun 2025 Ungkap Persoalan Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkab Cianjur

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Temuan lainnya berasal dari RSUD Pagelaran sebesar Rp631.340.218,33, RSUD Sayang Rp266.245.145,79, dan Sekretariat Daerah Rp17.401.588,92. BPK juga mencatat masih terdapat kelebihan pembayaran yang belum ditindaklanjuti sebesar Rp1.233.160.221,65. Temuan dengan nilai terbesar berasal dari Dinas PUTR. Dalam pemeriksaan terhadap 55 paket pekerjaan belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan, BPK menemukan kekurangan volume pekerjaan mencapai Rp3.789.782.047,72. Temuan […]

  • BGN Larang Bundling Porsi MBG, SPPG di Cianjur Tetap Rapel Tiga Hari

    BGN Larang Bundling Porsi MBG, SPPG di Cianjur Tetap Rapel Tiga Hari

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Namun fakta di lapangan menunjukkan praktik berbeda. Hampir seluruh SPPG di Cianjur tetap menerapkan pola bundling sejak awal masuk sekolah hingga kini. SPPI Pangadegan, Kecamatan Pagelaran, Dewi Anggraeni, mengakui seluruh SPPG di wilayahnya sepakat merapel porsi makanan. Ia berdalih kebijakan itu mengacu pada arahan BGN sebelumnya. “Semua SPPG di Kecamatan Pagelaran minggu kemarin sepakat dirapel. […]

  • Ketua DPRD Cianjur Apresiasi Kelulusan Peserta Seleksi PPPK Guru 2024

    Ketua DPRD Cianjur Apresiasi Kelulusan Peserta Seleksi PPPK Guru 2024

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “Saya berpesan, patuhi semua tahapan agar proses pengangkatan berjalan lancar,” katanya. Metty menegaskan bahwa DPRD mendukung upaya Pemkab Cianjur dalam memperkuat pendidikan melalui PPPK. “Kami akan terus mendukung langkah pemerintah untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan merata,” tegasnya. Panitia Seleksi ASN Kabupaten Cianjur telah merilis pengumuman resmi hasil seleksi PPPK guru 2024. Dari total 3.866 formasi […]

  • Papan Reklame Miras Muncul di Wilayah Cipanas, Bapenda Tegaskan Tak Ada Pajak Masuk

    Papan Reklame Miras Muncul di Wilayah Cipanas, Bapenda Tegaskan Tak Ada Pajak Masuk

    • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    Menurutnya, larangan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 12 Tahun 2013 tentang Larangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Kebijakan ini sekaligus menegaskan identitas Kabupaten Cianjur sebagai daerah dengan julukan Kota Santri yang menjunjung tinggi nilai religius dan ketertiban sosial. Menurut Samudra, kewenangan Bapenda terbatas pada pemungutan pajak sesuai regulasi yang berlaku. Sementara penertiban […]

expand_less