Tolak Karnaval Mahkota Binokasih, Abah Suhe: Rakyat Korban Bencana Masih Terlantar
- account_circle Ikbal
- calendar_month 11 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Tokoh Cianjur Abah Suhe
“Mahkota Binokasih bukan simbol pesta. Mahkota itu mengajarkan pemimpin agar melindungi dan menyayangi masyarakatnya,” katanya.
Abah Suhe juga mengkritik penggunaan anggaran pemerintah untuk kegiatan seremonial di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
Ia meminta pemerintah lebih fokus menangani dampak bencana dan persoalan sosial di Kabupaten Cianjur.
Selain itu, Abah Suhe menyinggung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mempertanyakan tujuan penyelenggaraan karnaval tersebut.
“Apa yang dicari dari karnaval itu? Rakyat masih kesulitan, tetapi anggaran negara dipakai kegiatan seremonial,” tegasnya.
Abah Suhe juga menyoroti nilai budaya Sunda yang seharusnya diwujudkan melalui pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat kecil.
“Di Cianjur ada Eyang Surya Kencana yang diwujudkan melalui pendidikan, bukan pesta saat rakyat sedang menderita,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal

