Breaking News
Beranda » Budaya & Pariwisata » Strategi Penggunaan Benih Unggul dan Bersertifikat melalui Sertifikasi Benih Padi Lokal di Kabupaten Cianjur

Strategi Penggunaan Benih Unggul dan Bersertifikat melalui Sertifikasi Benih Padi Lokal di Kabupaten Cianjur

  • account_circle Dandan Hendayana, S.P., M.P.
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025

RUANGPOJOK.COM – Sistem perbenihan merupakan subsistem fundamental dalam pembangunan pertanian nasional. Benih bukan hanya menjadi sarana produksi dasar, tetapi juga menentukan tingkat produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan produksi pangan dalam jangka panjang.

Dalam konteks pembangunan pertanian modern, penyediaan benih unggul dan bersertifikat telah menjadi instrumen strategis yang diatur dalam berbagai regulasi untuk menjamin kesinambungan produksi dan peningkatan kesejahteraan petani.

Secara normatif, kerangka hukum perbenihan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, serta diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman.

Lebih rinci, aspek varietas dan pelepasan kultivar diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/OT.140/1/2006 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman, sedangkan standar mutu benih serta mekanisme sertifikasi dilakukan berdasarkan Permentan Nomor 39/Permentan/OT.140/7/2006 tentang Produksi, Sertifikasi, dan Peredaran Benih Tanaman.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa benih yang beredar wajib memenuhi persyaratan mutu genetis, fisiologis, dan fisik. Persyaratan ini menjadi dasar pelaksanaan sertifikasi benih yang dilakukan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) di tingkat provinsi.

Sertifikasi menjadi jaminan bahwa benih memiliki mutu seragam, adaptif, dan bebas dari kontaminasi atau pencampuran varietas lain. Namun, meskipun kerangka regulasi sudah lengkap, implementasi di lapangan masih menghadapi banyak tantangan.

Hingga Juli 2025, Kementerian Pertanian telah melepas 468 varietas padi, terdiri atas 102 varietas hibrida dan 366 varietas inbrida.

Banyaknya varietas unggul yang dilepas menunjukkan dinamika inovasi pemuliaan tanaman yang semakin maju. Akan tetapi, di sisi lain, adopsi petani terhadap benih bersertifikat secara nasional masih berada pada angka sekitar 56 persen.

  • Penulis: Dandan Hendayana, S.P., M.P.
  • Editor: ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kang Onnie Dorong Kaderisasi Pemimpin Muda Lewat Pendidikan Demokrasi Substantif di Cianjur

    Kang Onnie Dorong Kaderisasi Pemimpin Muda Lewat Pendidikan Demokrasi Substantif di Cianjur

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Najib
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Onnie Soerono Sandi menekankan pentingnya demokrasi substantif dalam membentuk calon pemimpin muda saat mengisi kuliah umum dan pendidikan demokrasi bagi mahasiswa STAI Al-Azhary, di Cianjur, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran berdemokrasi sejak dini sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki integritas, pemahaman politik, dan kapasitas […]

  • Tergiur Proyek PJUTS, Kades Cisalak Cidaun Merugi Ratusan Juta

    Tergiur Proyek PJUTS, Kades Cisalak Cidaun Merugi Ratusan Juta

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – PT Kedoya Prima Rekayasindotama diduga menipu Kepala Desa Cisalak, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Sahroni, dengan proyek fiktif Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) tahun 2020. Perusahaan ini juga menawarkan proyek serupa kepada sejumlah kepala desa lainnya, menyebabkan mereka mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Sahroni menceritakan, Syamsudin alias Kumis yang mengaku sebagai pengurus […]

  • GMNI Cianjur Soroti Transparansi DPRD, Desak Akses Laporan BPK

    GMNI Cianjur Soroti Transparansi DPRD, Desak Akses Laporan BPK

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur soroti DPRD Cianjur terkait kurangnya transparansi terkait keterbukaan informasi publik. Hal ini mencuat setelah GMNI mengajukan permintaan data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, namun tidak mendapatkan respons yang memadai, Senin, 10 Maret 2025. Sebelumnya, Rabu, 5 Maret 2025, […]

  • Reses di Rancabali, Warga Curhat BPJS hingga Infrastruktur ke H. Lilis Boy

    Reses di Rancabali, Warga Curhat BPJS hingga Infrastruktur ke H. Lilis Boy

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Warga Kampung Rancabali Wetan, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, memanfaatkan agenda reses Anggota DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Demokrat, H. Lilis Boy, untuk menyampaikan berbagai keluhan, Senin, 2 Januari 2026. Sekitar seratus warga memadati Jalan K.H. Asnawi guna menyuarakan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari layanan BPJS Kesehatan hingga kebutuhan infrastruktur lingkungan, dalam Reses Masa […]

  • Manchester United Tunjukkan Penampilan Prima, Hancurkan Real Sociedad 4-1

    Manchester United Tunjukkan Penampilan Prima, Hancurkan Real Sociedad 4-1

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.com – Manchester United (MU) kembali menunjukkan performa gemilang dengan mengalahkan Real Sociedad dalam laga leg II babak 16 besar Liga Europa 2024/2025. Pada Jumat, 14 Maret 2025, dini hari WIB, The Red Devils bermain di Old Trafford dan berhasil meraih kemenangan telak 4-1. Bruno Fernandes mencetak hat-trick spektakuler, dan Diogo Dalot menambahkan gol spektakuler. […]

  • Cianjur Krisis 15 Dokter Spesialis, RSUD Terpaksa Rekrut Mandiri

    Cianjur Krisis 15 Dokter Spesialis, RSUD Terpaksa Rekrut Mandiri

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku masih kekurangan 15 dokter spesialis untuk melayani empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Padahal, lowongan telah dibuka sejak 2024 melalui jalur CPNS dan P3K, tetapi peminat masih minim. Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal mengatakan, saat ini kebutuhan paling mendesak adalah dokter spesialis penunjang. Sementara, dokter […]

expand_less