Breaking News
Beranda » Home » Soroti Berobat Gratis KDM Sambil Ngonten, Aktivis Cianjur Selatan Terlibat Kegaduhan di RSUD Sayang

Soroti Berobat Gratis KDM Sambil Ngonten, Aktivis Cianjur Selatan Terlibat Kegaduhan di RSUD Sayang

  • account_circle Zayu
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

🌐 Bahasa

Ia menegaskan Ridwan datang secara pribadi untuk mempertanyakan kebijakan tersebut, bukan sebagai perwakilan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Sayang.

Kegaduhan tersebut juga dikeluhkan salah seorang keluarga pasien yang berada di Ruang Apel, lantai satu RSUD Sayang. Ia mengaku perdebatan di lingkungan ruangan mengganggu waktu istirahat anaknya.

“Kaganggu, Kang. Da janten teu tiasa bobo putra abdi na upami gandeng-gandeng kieu teh. Sae na mah di luar,” ungkapnya.

Dalam bahasa Indonesia, ia mengatakan kegaduhan tersebut mengganggu karena anaknya tidak bisa tidur. Ia berharap perdebatan dilakukan di luar ruangan agar tidak mengganggu pasien.

Meski mengeluhkan kegaduhan, keluarga pasien tersebut mengaku terbantu dengan program pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah.

“Alhamdulillah, kanggo administrasi mah tos diinfokeun, pelayanan sae. Ieu abdi ge nganggo program ti Pa Bupati, karaos kabantu,” tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa informasi administrasi telah diberikan dan pelayanan yang diterimanya dinilai baik. Keluarga tersebut juga mengaku merasakan manfaat program yang digunakan.

Di tengah polemik itu, Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan program pelayanan kesehatan gratis kelas III.

Wahyu mengatakan pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap melayani masyarakat yang memenuhi ketentuan, termasuk pasien korban kecelakaan dan pembegalan.

“Untuk pasien kelas III, pemerintah daerah dan pemerintah provinsi siap melayani masyarakat kita. Mau yang kecelakaan, mau yang korban begal, dan lain sebagainya, kita siap melayani,” kata Wahyu.

Ia memastikan kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam program tersebut telah berjalan. Wahyu juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu mengakses layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polemik di RSUD Sayang ini memperlihatkan pentingnya kejelasan informasi mengenai persyaratan administrasi, cakupan penerima manfaat, dan mekanisme mengakses layanan gratis kelas III.

Di sisi lain, penerapan aturan perekaman di lingkungan rumah sakit perlu dipahami semua pihak agar privasi pasien tetap terlindungi tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pelayanan kesehatan.

Kejelasan prosedur dan komunikasi yang baik diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan dan kenyamanan selama menjalani perawatan.(Red)

Dilarang mengutip, menyalin, atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi berita ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi RuangPojok.com.
  • Penulis: Zayu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less
STATISTIK PENGGUNA
Aktivitas pembaca RuangPojok.com
VIEWER HARI INI
1,463
Aktif hari ini
TOTAL VIEWER
469,618
Total tayangan
TOTAL PENGUNJUNG
76,470
Pengunjung unik