Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa Sirnagalih, Pemerintah Bekukan Bumdesa
- account_circle Nurjamil (Sindangbarang)
- calendar_month Rab, 3 Des 2025

Gambar Istimewa : Salah satu Koorlap Aksi, Ketua Aliansi Masyarakat Q-Doel, Ardy Herdiansyah.
RUANGPOJOK.COM – Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Desa Sirnagalih dan Aliansi Masyarakat Q-Doel mendatangi kantor Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Rabu, 3 Desember 2025.

Mereka menuntut transparansi pengelolaan anggaran ketahanan pangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Sirnagalih.
Ketegangan sempat muncul setelah audiensi warga dengan pengelola Bumdesa di aula desa tidak menghasilkan penjelasan yang dianggap memadai.

Aksi tersebut kemudian direspons pemerintah desa dengan keputusan membekukan sementara Bumdesa.
Ketua Aliansi Masyarakat Q-Doel, Ardy Herdiansyah, menegaskan bahwa kedatangan warga ke kantor desa merupakan wujud kekecewaan atas minimnya penjelasan pengelola BUMDesa mengenai penggunaan anggaran dan ketidakberesan administrasi yang lama dikeluhkan.
“Kami sangat menyayangkan sikap para pengelola yang tidak mampu memberikan penjelasan terbuka. Masyarakat hanya meminta transparansi, tetapi jawaban yang diberikan selalu tidak memadai dan mengambang. Ini tidak boleh terjadi dalam pengelolaan lembaga desa,” tegas Ardy.
Ia juga mengecam adanya dugaan ketidakjelasan administrasi sejak beberapa bulan terakhir yang membuat warga kehilangan kepercayaan.
“Aliansi Masyarakat Q-Doel berdiri untuk memastikan kepentingan warga terjaga. Ketika pengelolaan dana publik tidak jelas, kami harus bersuara. Ini bukan soal menyerang individu, tetapi menuntut perbaikan sistem,” lanjutnya.

Senada dengan Andry, Koordinator aksi, Opik Reksa Nugraha, mengatakan sebagian besar pertanyaan warga tidak dapat dijawab pengelola Bumdesa.
Ia menilai pengelolaan dana dan kegiatan ketahanan pangan belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
- Penulis: Nurjamil (Sindangbarang)


