Kekecewaan HMI Cianjur Memuncak, Puluhan Dapur SPPG Beroperasi Tanpa Sertifikat
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sab, 22 Nov 2025

Gambar Redaksi : HMI Cianjur menggelar audiensi bersama wakil bupati cianjur, jajaran satgas MBG Cianjur, perwakilan Dinkes, Korcam SPPG, dan Mitra program MBG.
RUANGPOJOK.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur mendatangi Pendopo Cianjur pada Jumat, 21 November 2025, untuk menagih pertanggungjawaban Koordinator Wilayah BGN terkait puluhan dapur Sentra Siap Saji Program Gizi (SPPG) yang belum memenuhi syarat administrasi.
Aduan itu disampaikan dalam audiensi yang menghadirkan Wakil Bupati Cianjur Ramzy Geus Thebe, Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekda Cianjur Ahmad Rifai, perwakilan Dinas Kesehatan, serta sejumlah perwakilan SPPG tingkat kecamatan dan mitra dapur.

Ketua Umum HMI Cianjur, Ridha Nestu Adidarma, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan Korwil BGN sebelumnya telah berkomitmen menyelesaikan seluruh persyaratan administratif dapur SPPG, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), paling lambat akhir Oktober 2025.
“Kesepakatan itu dibuat pada 27 September 2025. Tapi sampai hari ini realisasinya jauh dari tuntas,” kata Ridha usai menghadiri Audiensi.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan baru 142 dari 208 dapur SPPG di Cianjur yang memiliki Sertifikat SLHS per 21 November 2025. Artinya, puluhan dapur masih beroperasi tanpa memenuhi standar wajib yang tercantum dalam Keputusan Kepala BGN RI Nomor 244 Tahun 2025.
Ridha menilai lambatnya penyelesaian syarat administrasi itu sebagai bentuk kelalaian Korwil BGN Cianjur, Sirojudin.
“Ini masalah pengawasan. Korwil seharusnya memastikan seluruh dapur memenuhi regulasi nasional,” ujarnya.
- Penulis: Ikbal
- Editor: Ikbal

























