Kasus HIV/AIDS, Hepatitis, dan Sifilis di Cianjur Mengkhawatirkan, Gus Dzikri Desak Penutupan Lokalisasi Prostitusi
- account_circle Ikbal
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026

Gambar Ilustrasi : Kasus HIV/AIDS, Hepatitis, dan Spilis di Kabupaten Cianjur, Membuat Geram Tokoh Agama di Cianjur
RUANGPOJOK.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat ratusan kasus HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis sepanjang 2024 – 2025.
Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk Pondok Pesantren Izzul Islam, yang mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur segera menutup lokalisasi praktik prostitusi dan memperkuat langkah pencegahan.
Data Dinkes Kabupaten Cianjur menunjukkan tren infeksi menular seksual (IMS) masih tinggi dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024, tercatat 293 kasus HIV/AIDS dan 323 kasus hepatitis.
Sementara pada 2025, terdapat 246 kasus HIV/AIDS dan 312 kasus hepatitis.
Adapun kasus sifilis mengalami lonjakan signifikan, dari 15 kasus pada 2024 menjadi 47 kasus pada 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengakui angka tersebut mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius.
“Kami melakukan skrining untuk menemukan penderita sifilis, hepatitis, dan HIV. Setelah itu, kami melakukan pengobatan, edukasi, dan penyuluhan agar tidak menularkan kepada orang lain,” kata I Made, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan kasus HIV/AIDS banyak ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL).
Meski demikian, pihaknya memastikan identitas pasien tetap dirahasiakan untuk melindungi hak privasi.
“Kami melakukan pendekatan kepada kelompok berisiko agar mereka bersedia menjalani skrining dan tatalaksana medis,” ujarnya.
- Penulis: Ikbal


