Janji Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tak Kunjung Terpenuhi, Ratusan Massa Ansor Geruduk Pendopo
- account_circle Ikbal
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025

Gambar Redaksi : Masa Ansor Berorasi Di Depan Pendopo Cianjur Tagih Janji Program Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.
Ia menilai program unggulan yang dijanjikan selama masa kampanye justru tidak menjadi prioritas dalam penyusunan APBD.
“Dengan kondisi sekarang, terlihat APBD dikelola tanpa memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat. Guru ngaji, pesantren, RT dan RW hanya dijadikan komoditas politik untuk meraup suara Pilkada,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepala daerah semestinya berpihak pada seluruh kelompok masyarakat, termasuk para ustaz, guru ngaji, imam masjid, serta pelaku pendidikan formal dan nonformal. Namun yang terjadi, kata Wa Zaed, janji-janji itu justru hanya menjadi narasi pencitraan.
“Kami melihat Wahyu–Ramzi gagal mengambil hikmah dari etika politik. Pemerintah seharusnya dikelola dengan kesadaran egaliter dan sikap adil kepada semua warga,” ucapnya.
Wa Zaed menegaskan bahwa masyarakat perlu membangun kesadaran politik agar dapat mengawasi segala keputusan pemerintah daerah.
Ia menyebut pengawasan publik penting untuk memastikan penyelenggara negara tidak menyimpang dari mandat rakyat.
“Pemerintah tidak boleh abai terhadap persoalan masyarakat dan tidak boleh hanya mengejar citra. Realitas saat ini menunjukkan janji dibuat tanpa perhitungan matang,” katanya.
Dalam puncak orasinya, Wa Zaed melontarkan kritik keras kepada pemerintah kabupaten cianjur.
“Sudah pantas kita menganggap Wahyu–Ramzi sebagai pembohong besar yang memperkosa nilai-nilai kerakyatan demi kepentingan politik jahat,” pungkasnya.
- Penulis: Ikbal
- Editor: Ikbal

























