Hari Santri 2026 di Parungkuda Digelar Dua Hari, Hadirkan Lomba dan Layanan Sosial Gratis
- account_circle Zayu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Rekan Media) Kegiatan bertema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, ulama, pimpinan pondok pesantren, santri, panitia, dan masyarakat setempat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Yang paling penting bukan soal juara, melainkan nilai pembelajaran untuk bekal masa depan para santri,” ujarnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Empep Andri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, ulama, pimpinan pesantren, dewan juri, donatur, kepala desa, sekolah, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Parungkuda.
Sementara itu, Kepala Desa Parungkuda, Didih Jaenudin, mengapresiasi penyelenggaraan Gebyar Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kecamatan Parungkuda yang berlangsung di Museum Palagan Bojongkokosan, Kabupaten Sukabumi, pada 21–22 Oktober 2026.
Didih menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan bangsa sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan kepada generasi muda.
“Alhamdulillah, kegiatan Gebyar Hari Santri tahun ini berjalan dengan baik. Sebagai kepala desa, saya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras,” ujar Didih.
Ia mengungkapkan, jumlah peserta yang mewakili wilayah Desa Parungkuda dalam kegiatan tahun ini masih terbatas. Tercatat satu perwakilan dari mitra usaha dan satu peserta dari SMA YPI Parungkuda.
Karena itu, Didih berharap penyelenggaraan Gebyar Hari Santri pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih besar dengan melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai kalangan.
Menurutnya, pemerintah desa, pondok pesantren, majelis taklim, dan yayasan Islam perlu memperkuat sinergi untuk mendukung kegiatan keagamaan serta pengembangan potensi santri.
“Harapan kami, penyelenggaraan ke depannya bisa lebih baik dan lebih besar untuk menunjukkan bahwa peran santri sangat dibutuhkan bagi masa depan bangsa dan negara,” katanya.
Didih menegaskan, keberhasilan kegiatan Hari Santri tidak hanya diukur dari prestasi atau kemenangan dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus memberikan pembelajaran dan pengalaman yang bermanfaat bagi para santri.
“Yang paling penting bukan soal juara, melainkan nilai pembelajaran bagi santri untuk bekal masa depan mereka,” pungkasnya.
Ia berharap Gebyar Hari Santri dapat terus menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.(lh)





Saat ini belum ada komentar