GMNI Cianjur Nilai Program MBG Berpotensi Picu Monopoli dan Tekan Pedagang Lokal
- account_circle Ikbal
- calendar_month Ming, 25 Jan 2026

Gambar Ilustrasi : Para Orangtua Komplen terkait Kualitas Makanan Menu MBG
RUANGPOJOK.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Cianjur, Agus Rama Tunggaraga, menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya berpotensi menyimpang dari tujuan awal kedaulatan pangan.
Ia menyebut adanya indikasi monopoli pengelolaan dapur hingga penekanan terhadap pedagang bahan pokok lokal.
Menurut Bung Rama Sapaan Akrabnya, skema pengelolaan MBG saat ini justru membuka ruang dominasi pemilik modal besar.
Salah satu indikatornya adalah tingginya standar biaya pembangunan dapur yang disebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar per unit.
“Standar investasi setinggi itu secara otomatis menyingkirkan UMKM lokal. Akibatnya, pengelolaan dapur terkonsentrasi pada segelintir pihak yang punya modal besar,” kata Rama dalam keterangannya, Minggu, 25 Januari 2026.
Rama mengungkapkan, di Cianjur terdapat indikasi satu individu menguasai puluhan titik dapur MBG melalui beberapa yayasan berbeda.
Praktik tersebut, kata dia, bertentangan dengan semangat pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia menyebut kondisi ini sebagai bentuk “imperialisme domestik”, yakni penguasaan ruang ekonomi rakyat oleh kekuatan modal dari dalam negeri yang berlindung di balik program sosial.
Selain persoalan pengelolaan dapur, GMNI Cianjur juga menyoroti masalah dalam rantai pasok bahan baku.
Rama mengatakan sejumlah pedagang pasar tradisional dan pemasok lokal mengeluhkan harga beli yang ditekan di bawah harga pasar.
“Pedagang dipaksa menjual dengan harga yang tidak wajar. Di saat yang sama, pembayaran sering ditunda hingga satu minggu atau lebih,” ujarnya.
- Penulis: Ikbal


