Fasilitas SDN Bojongsari 3 Rusak, Iuran Rp52 Ribu per Siswa Dipertanyakan Wali Murid
- account_circle Najib
- calendar_month 3 jam yang lalu

Gambar Redaksi : SDN Bojongsari 3, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.
RUANGPOJOK.COM – Wali murid SDN Bojongsari 3 di Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, mempertanyakan pengelolaan dana iuran sebesar Rp52 ribu per siswa setelah sejumlah fasilitas sekolah diduga rusak dan tidak layak digunakan.
Keluhan muncul karena toilet sekolah rusak, kursi belajar banyak yang patah, serta ruang kelas bocor saat hujan.
Padahal, para orang tua mengaku sebelumnya telah diminta menyumbang untuk pembangunan fasilitas toilet sekolah.
“Anak saya sering bilang kalau mau buang air lebih baik pulang ke rumah karena toiletnya rusak dan kotor,” kata seorang wali murid yang meminta namanya tidak ditulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Menurut dia, wali murid sebelumnya menyepakati iuran Rp52 ribu per siswa demi memperbaiki fasilitas sekolah. Namun, kondisi sekolah dinilai belum mengalami perubahan berarti.
“Kami patungan supaya anak-anak nyaman belajar, tapi sekarang rusak lagi. Jadi muncul pertanyaan soal pengelolaannya,” ujarnya.
Selain toilet, sejumlah kursi belajar disebut dalam kondisi goyah dan patah. Beberapa siswa bahkan terpaksa duduk berhimpitan karena keterbatasan kursi yang masih layak digunakan.
Wali murid juga menyoroti kebersihan lingkungan sekolah yang dinilai kurang terawat.
Saat tim Ruangpojok.com mendatangi SDN Bojongsari 3 pada Rabu, 6 Mei 2026, kepala sekolah tidak berada di tempat karena disebut tengah menghadiri rapat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur.
Wartawan hanya bertemu guru bernama Apit Rusmana. Ia enggan menjelaskan ihwal pungutan yang dilakukan kepada 344 siswa tersebut.
“Itu bukan ranah saya, itu ranah panitia,” kata Apit.
- Penulis: Najib
- Editor: Ikbal

