Cianjur Krisis Guru, 1.400 Tenaga Pendidik Masih Dibutuhkan
- account_circle Robby Zayu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Foto: Rekan Media) Kabupaten Cianjur masih kekurangan sekitar 1.400 guru untuk jenjang SD dan SMP
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruhli berharap pemerintah pusat memenuhi kebutuhan guru melalui pengangkatan tenaga pendidik paruh waktu maupun calon pegawai negeri sipil (CPNS).
“Bagaimanapun tiap tahun Disdikpora Kabupaten Cianjur tentu akan kekurangan guru, terutama dengan memasuki kawan-kawan yang purna bakti,” ujarnya.
Terkait redistribusi dari sekolah yang kelebihan guru, Ruhli mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan berdasarkan data Dapodik.
Namun, Disdikpora belum menemukan sekolah yang mengalami kelebihan guru secara signifikan. Karena itu, redistribusi tetap diarahkan dari wilayah utara menuju selatan.
“Bagaimanapun ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk pemenuhan kebutuhan pendidik yang ada di bagian Selatan,” katanya.
Ruhli memastikan kekurangan sekitar 1.400 guru belum mengganggu kegiatan belajar mengajar. Seluruh satuan pendidikan SD dan SMP masih menjalankan pembelajaran.
“Untuk sampai saat ini alhamdulillah kegiatan belajar di semua satuan pendidikan, baik jenjang SD maupun SMP, masih berjalan dengan baik,” ujarnya.
Disdikpora juga memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap sekolah. Langkah tersebut bertujuan memastikan proses pembelajaran tetap berjalan di tengah keterbatasan guru.
Ruhli menegaskan pemenuhan dan redistribusi guru menjadi bagian dari tanggung jawab Disdikpora. Ia juga meminta orang tua memastikan anak mengikuti pembelajaran.
“Yang terpenting, bagaimana kegiatan belajar dan mengajar itu terlaksana di seluruh satuan pendidikan,” pungkasnya.(Red)
- Penulis: Robby Zayu





Saat ini belum ada komentar