Cegah Balas Budi Politik, Cianjur Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
- account_circle Zayu
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Ruangpojok.com) Sistem ini juga dirancang mencegah penempatan pejabat berdasarkan kedekatan pribadi atau balas budi politik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Manajemen talenta ini alat untuk memilih pejabat yang tepat pada posisinya, tepat pada waktunya, untuk bisa mengeksekusi visi-misi pemerintah daerah,” kata Wahyu saat peluncuran manajemen talenta ASN Pemkab Cianjur, Senin 26 Oktober malam.
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pemerintah daerah mencari kader terbaik tanpa harus selalu melalui mekanisme seleksi terbuka atau open bidding. Pemerintah akan menilai profil ASN untuk menentukan kesesuaian kompetensi dengan jabatan yang tersedia.
Wahyu menjelaskan, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggunakan pemetaan talenta melalui sembilan kotak atau nine-box. ASN yang belum memenuhi level tertentu tidak dapat langsung dipromosikan ke jabatan yang mensyaratkan level lebih tinggi.
“Kalau masih di level 5, mau balas budi seperti apa pun tidak bisa dipromosikan karena terkunci di level 7, 8, 9. Itu termonitor di BKN,” ujarnya.
Wahyu menyebutkan, pemerintah menargetkan pemetaan profil 6.000 ASN Kabupaten Cianjur untuk mengetahui potensi dan kompetensi masing-masing.
“Hasil pemetaan tersebut akan menjadi salah satu dasar penempatan pejabat sesuai kebutuhan organisasi,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Cianjur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perangkat daerah dan ASN.
Pada kategori DMS untuk SKPD dengan jumlah PNS lebih dari 100 orang, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang meraih peringkat pertama, disusul Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.
Untuk kategori SKPD dengan jumlah PNS kurang dari 100 orang, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia meraih peringkat pertama. Badan Pendapatan Daerah menempati peringkat kedua, sedangkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, Kecamatan Mande meraih peringkat pertama kategori tingkat kecamatan, diikuti Kecamatan Leles dan Kecamatan Naringgul.
Pemkab Cianjur juga menetapkan Nunung Rahmawati sebagai ASN Terinspiratif dan Utari Doriomas sebagai ASN Terinovatif.
Melalui penerapan manajemen talenta, pemerintah daerah berharap pengembangan karier ASN semakin objektif dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(red)
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar