Bupati Cianjur Siapkan Pemetaan Habitat dan Edukasi Satwa Dilindungi
- account_circle Zayu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Rekan Media) Pemkab juga berencana memetakan habitatnya untuk mencegah gangguan terhadap kelestarian satwa liar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang disampaikan Adriana, panjang tubuh satwa tersebut diperkirakan sekitar 49–59 sentimeter dengan usia sekitar lima bulan.
Petugas tidak menemukan luka mencurigakan yang mengarah pada dugaan kematian akibat pembunuhan atau tembakan pemburu. Namun, pemeriksaan juga menemukan cairan keluar dari anus dan cairan menyerupai darah dari mulut.
Penyebab kematian satwa tersebut belum dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.
Sementara itu, Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian mengatakan pemerintah daerah akan menindaklanjuti temuan tersebut bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta pihak terkait.
Pemkab juga berencana menelusuri lokasi habitat macan tutul Jawa untuk memetakan kawasan yang perlu mendapat perlindungan.
“Kami akan menelusuri di mana lokasi habitatnya sehingga kami bisa memetakan dan melindungi daerah tersebut agar tidak terganggu kegiatan manusia. Dengan begitu, macan tutul dan hewan lainnya bisa tetap lestari di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Wahyu menilai edukasi masyarakat mengenai satwa langka dan dilindungi juga sangat penting. Pemahaman tersebut diperlukan agar warga tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Ia menyatakan pemerintah daerah akan meningkatkan sosialisasi, terutama di wilayah yang terindikasi masih memiliki populasi satwa langka atau dilindungi.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Cianjur berharap masyarakat ikut menjaga kelestarian satwa liar sekaligus melindungi habitatnya dari gangguan aktivitas manusia.(rz)
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar