Bupati Cianjur Siapkan Pemetaan Habitat dan Edukasi Satwa Dilindungi
- account_circle Zayu
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(foto: Rekan Media) Pemkab juga berencana memetakan habitatnya untuk mencegah gangguan terhadap kelestarian satwa liar.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.com – Anak macan tutul Jawa yang ditemukan warga di perbatasan Desa Panyindangan dan Desa Ciburial, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, akhirnya mati setelah sempat mendapat pertolongan, Senin 26 Oktober 2026.
Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan pemerintah desa menelusuri temuan satwa dilindungi tersebut. Pemkab juga berencana memetakan habitatnya untuk mencegah gangguan terhadap kelestarian satwa liar.
Sekretaris Kecamatan Cibinong, Adriana, mengatakan warga pertama kali menemukan satwa tersebut di pinggir Jalan Pasir Menteng pada Minggu sore. Saat ditemukan, satwa itu masih hidup, tetapi diduga dalam kondisi sakit.
Menurut Adriana, warga yang pertama melihat satwa tersebut sedang melintas menggunakan kendaraan. Karena lokasi penemuan berada di jalan menanjak, warga itu tidak berhenti, tetapi menyampaikan temuannya kepada kerabat.
Kerabatnya kemudian mendatangi lokasi dan membawa satwa tersebut ke rumah. Warga sempat memberikan air minum dan meminta bantuan mantri hewan untuk menangani kondisinya.
Namun, satwa tersebut akhirnya mati pada hari yang sama. Setelah itu, warga membungkus tubuhnya menggunakan kain dan menguburkannya dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.
Informasi penemuan satwa tersebut kemudian menyebar melalui media sosial hingga menarik perhatian petugas konservasi.
Adriana mengatakan, pihak kecamatan, pemerintah desa, dan petugas BKSDA mendatangi lokasi untuk memeriksa temuan tersebut. Petugas kemudian meminta warga membongkar kembali kuburan guna memeriksa kondisi satwa.
“Pihak BKSDA meyakinkan bahwa itu adalah hewan yang dilindungi, macan tutul endemik, Macan Tutul Jawa,” kata Adriana.
- Penulis: Zayu





Saat ini belum ada komentar