Bupati Cianjur Harapkan Kolaborasi Pemkab dan Bagong Mogok Berlanjut, Hilman: Berbuat Baik Harus Nekat
- account_circle Ikbal
- calendar_month 1 jam yang lalu

Gambar Redaksi : Bupati Cianjur, Kapolres Cianjur, unsur Forkopimcam, dan pengurus Komunitas Bagong Mogok berfoto bersama usai bakti sosial HUT Bhayangkara ke-80 di Kecamatan Cibinong.
RUANGPOJOK.COM – Bupati Cianjur berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur, dan Komunitas Bagong Mogok terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau program pemerintah.

Harapan itu disampaikan saat menghadiri bakti sosial HUT Bhayangkara ke-80 yang digelar Bagong Mogok bersama Polres Cianjur di Desa Pananggapan, Kecamatan Cibinong, Minggu, 28 Juni 2026.
Kegiatan bertema “Satekah Polah Ngabela Nu Susah” itu menghadirkan santunan anak yatim, bantuan sembako, santunan lansia, pengobatan gratis, serta penyerahan simbolis bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Bupati Cianjur mengatakan kegiatan tersebut sangat membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran pembangunan dan program sosial.
“Alhamdulillah hari ini kami diundang oleh Koordinator Bagong Mogok Kecamatan Cibinong sekaligus memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Ada santunan untuk anak yatim, lansia, hingga bantuan rutilahu,” katanya.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat dalam waktu singkat hanya mengandalkan APBD.
“Dengan anggaran yang terbatas, tentu kami tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan, mulai dari rumah tidak layak huni, jembatan, hingga fasilitas pendidikan dalam satu atau dua tahun,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai kehadiran komunitas sosial seperti Bagong Mogok menjadi mitra penting dalam membantu masyarakat yang belum tersentuh program pemerintah.
“Pemerintah memiliki program yang sudah dianggarkan melalui APBD. Namun masih ada masyarakat yang belum tersentuh karena keterbatasan. Di situlah komunitas seperti Bagong Mogok hadir membantu,” ucapnya.
Bupati berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada program rutilahu maupun santunan sosial, tetapi diperluas ke berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
- Penulis: Ikbal

