Komunitas Bagong Mogok Serahkan Bantuan Rutilahu untuk Empat Warga dan Renovasi Sekolah di Sukabumi
- account_circle Ikbal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Redaksi : Founder Komunitas Bagong Mogok, Irjen Pol. H. Asep Guntur Rahayu, menandatangani prasasti pembangunan Rutilahu dalam kegiatan peresmian bantuan bagi warga di Kabupaten Sukabumi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUANGPOJOK.COM — Komunitas Bagong Mogok (BM) menyerahkan kunci rumah layak huni secara simbolis kepada empat warga Kabupaten Sukabumi.

Serah terima kunci berlangsung dalam peresmian pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kamis, 8 Oktober 2026.
Prosesi tersebut sekaligus ditandai dengan penandatanganan prasasti pembangunan Rutilahu oleh pihak yang terlibat dalam program sosial tersebut.

Empat warga penerima bantuan Rutilahu yakni Alm. Elin, Ema Mae, Ema Sukaesih, dan Bapak Ajudin.
Alm. Elin merupakan warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu. Ema Mae tinggal di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan.

Sementara Ema Sukaesih merupakan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan. Bapak Ajudin juga tinggal di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan.
Selain membangun rumah warga, Bagong Mogok memberikan bantuan pembangunan atap gedung SD Bihlul di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas.
Komunitas tersebut juga membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.

Founder Komunitas Bagong Mogok, Irjen Pol. H. Asep Guntur Rahayu, mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Barusan peresmian dan serah terima kepada penerima bantuan rumah layak huni dan sekolah yang telah direnovasi oleh Kapolres Sukabumi bersama kami,” ujar Asep.
Menurut Asep, kegiatan sosial Bagong Mogok semakin intens di Kabupaten Sukabumi karena Kapolres Sukabumi turut aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Awalnya kan di Cianjur. Kebetulan saat ini Pak Kapolres berdinas di sini, jadi Kabupaten Sukabumi menjadi lebih intens lagi,” katanya.
Meski meningkatkan kegiatan di Sukabumi, Bagong Mogok tetap menjalankan aksi sosial di sejumlah daerah lainnya.
Jaringan komunitas tersebut telah berkembang hingga Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Lampung, Riau, hingga Jeddah, Arab Saudi.
Di Jeddah, jaringan Bagong Mogok turut memberikan advokasi kepada tenaga migran Indonesia.
Asep menjelaskan nama Bagong Mogok mencerminkan semangat untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.
Komunitas tersebut mengusung slogan “Satekah Polah Ngabela Nu Susah”, yang berarti berusaha semampu tenaga untuk membantu orang yang kesusahan.
“Kegiatan kita bersifat sosial. Bantuan fisik dan hunian seperti renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan jembatan, sarana ibadah, dan rumah tahfiz,” katanya.
- Penulis: Ikbal





Saat ini belum ada komentar