Breaking News
Beranda » Dewan Perwakilan Rakyat » Perairan Jabar Berbeda dengan Sulawesi, DPR RI Dorong Kebijakan Budidaya Lobster Tak Diseragamkan

Perairan Jabar Berbeda dengan Sulawesi, DPR RI Dorong Kebijakan Budidaya Lobster Tak Diseragamkan

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

🌐 Bahasa

RUANGPOJOK.COM– Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Endang Setyawati Thohari, meminta pemerintah menyesuaikan kebijakan budidaya lobster dengan karakteristik perairan setiap daerah.

Endang menilai pemerintah tidak bisa menerapkan pola budidaya lobster yang sama di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, kondisi perairan Jawa Barat memiliki karakter berbeda dengan Sulawesi, termasuk karakter gelombang di wilayah Cianjur Selatan.

“Kalau di pertanian ada agro-ecological zone. Di laut juga ada zonasi. Lobster Sulawesi dengan lobster di Jawa Barat memiliki habitat yang berbeda,” kata Endang.

Ia menyampaikan hal itu seusai menghadiri pelantikan HKTI Wanita Tani Indonesia, Minggu, 4 Oktober 2026.

Endang mengatakan perbedaan karakter habitat harus menjadi pertimbangan dalam penerapan Permen KP Nomor 5 Tahun 2026.

Ia menilai regulasi pemerintah pusat sebaiknya memberikan ruang bagi daerah untuk menyesuaikan pola budidaya dengan kondisi perairannya.

“Jadi kita harus ada perda khusus nantinya. Setiap daerah ada peraturannya,” ujarnya.

Menurut Endang, Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat menetapkan kebijakan umum sebagai dasar pengelolaan lobster secara nasional.

Selanjutnya, pemerintah daerah dapat menyusun aturan yang menyesuaikan karakteristik wilayah dan kondisi nelayan setempat.

Endang juga menyoroti kondisi perairan Cianjur Selatan yang memiliki gelombang berbeda dengan sejumlah wilayah pengembangan lobster di Sulawesi.

Perbedaan gelombang tersebut, kata dia, menjadi salah satu persoalan yang disampaikan nelayan dalam penerapan budidaya lobster.

“Untuk Jawa Barat, ombaknya berbeda dengan ombak yang ada di Sulawesi. Itu yang menjadi polemik para nelayan,” katanya.

Dilarang mengutip, menyalin, atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi berita ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi RuangPojok.com.
  • Penulis: Ikbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less
STATISTIK PENGGUNA
Aktivitas pembaca RuangPojok.com
VIEWER HARI INI
138
Aktif hari ini
TOTAL VIEWER
463,850
Total tayangan
TOTAL PENGUNJUNG
73,071
Pengunjung unik