Cianjur Siapkan 500 Pompa Air Antisipasi Kekeringan, Petani Diminta Atur Pola Tanam
- account_circle Ikbal
- calendar_month 10 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Tim Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Cianjur meninjau lahan persawahan untuk memantau kondisi tanaman sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.
RUANGPOJOK.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperkuat antisipasi musim kemarau setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
Status tersebut berlaku melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 sejak 1 Juli hingga 30 September 2026.
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Cianjur menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Salah satunya menyiagakan sekitar 500 pompa air untuk petani.
Sekretaris Dinas TPHP Kabupaten Cianjur, Ali, mengatakan pihaknya mulai melakukan antisipasi sejak April 2026 melalui rapat koordinasi bersama seluruh kepala UPTD.
“Kami menggelar rapat koordinasi dan menerbitkan surat edaran agar petugas menyampaikan langkah antisipasi musim kemarau kepada petani,” kata Ali.
Dinas TPHP meminta petani menyesuaikan kalender tanam dengan kondisi cuaca. Langkah itu bertujuan mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.
“Petani jangan memaksakan menanam padi saat musim kemarau. Sesuaikan jadwal tanam dengan kalender tanam dan kondisi cuaca,” ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.
Ali menjelaskan, ratusan pompa air siap membantu lahan yang mengalami penurunan debit irigasi. Dinas TPHP menyediakan pompa melalui kerja sama dengan TNI.
“Kami memiliki sekitar 500 pompa air hasil dukungan TNI. Petani dapat memanfaatkannya untuk mengambil air dari sumber permukaan yang tersedia,” katanya.
- Penulis: Ikbal

