Breaking News
Beranda » Edukasi » Ribuan Guru Honorer Cianjur Bertahan Mengajar di Tengah Ketidakpastian

Ribuan Guru Honorer Cianjur Bertahan Mengajar di Tengah Ketidakpastian

  • account_circle Ikbal
  • calendar_month 3 jam yang lalu

RUANGPOJOK.COM – Ribuan guru honorer tenaga kerja sukarela (TKS) di Kabupaten Cianjur masih menghadapi ketidakpastian status menjelang rencana penghapusan tenaga honorer akhir 2026.

Sebagian besar guru honorer SD dan SMP negeri di Cianjur belum terangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu regulasi resmi pemerintah pusat terkait penghapusan honorer.

“Surat resmi terkait penghapusan honorer sampai hari ini belum ada. Namun sejak 1 Januari 2025 kami tidak menerima honorer baru,” ujar Ruhli, Senin, 11 Mei 2026.

Pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 masih memperbolehkan guru non-ASN mengajar di sekolah negeri.

Kebijakan itu berlaku bagi guru non-ASN yang sudah terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) paling lambat 31 Desember 2024.

Ruhli menyebut sekolah negeri di Cianjur masih membutuhkan tenaga guru honorer karena banyak guru pensiun dan kekurangan tenaga pengajar.

Karena itu, Disdikpora Cianjur tetap memberdayakan guru TKS yang menerima honor melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sekolah SD dan SMP masih membutuhkan tenaga mereka. Banyak guru pensiun, sementara mereka sudah lama mengabdi,” katanya.

Disdikpora mencatat jumlah guru TKS SD dan SMP di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar 1.500 orang yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

  • Penulis: Ikbal

Rekomendasi Untuk Anda

error: Content is protected !!
expand_less