Breaking News
Beranda » Budaya & Pariwisata » Pandanwangi di Ujung Senja: Ketika Warisan Cianjur Terancam Punah di Era Modern

Pandanwangi di Ujung Senja: Ketika Warisan Cianjur Terancam Punah di Era Modern

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 20 jam yang lalu

RUANGPOJOK.COM – Di tengah arus modernisasi pertanian nasional, keberadaan Padi Pandanwangi Cianjur menghadapi ancaman yang semakin nyata.

Varietas lokal yang selama puluhan tahun menjadi identitas Kabupaten Cianjur perlahan terdesak oleh sistem pertanian modern yang lebih mengutamakan produktivitas cepat dan keuntungan ekonomi jangka pendek.

Padahal, Pandanwangi bukan sekadar beras premium dengan aroma khas. Padi lokal asli Cianjur itu merupakan warisan budaya agraris masyarakat Sunda yang memiliki nilai sejarah, sosial, ekonomi, sekaligus identitas daerah yang kuat.

Modernisasi pertanian memang menghadirkan berbagai kemajuan, mulai dari penggunaan benih unggul, mekanisasi, hingga percepatan masa panen.

Namun, perubahan tersebut juga membawa konsekuensi bagi varietas lokal seperti Pandanwangi yang membutuhkan perlakuan khusus serta masa tanam lebih panjang.

Padi Pandanwangi memerlukan waktu tanam sekitar 150 hingga 165 hari. Durasi itu jauh lebih lama dibanding varietas modern yang rata-rata dapat dipanen dalam 85 hingga 120 hari.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani mulai beralih ke varietas cepat panen demi menjaga efisiensi produksi dan kestabilan pendapatan.

Fenomena itu menjadi peringatan serius bagi keberlangsungan Pandanwangi. Ketika pertanian hanya dipandang dari sisi kuantitas dan keuntungan cepat, varietas tradisional dengan nilai budaya tinggi perlahan kehilangan ruang hidupnya.

Ironisnya, di tengah popularitas Pandanwangi sebagai beras premium khas Cianjur, kesejahteraan petani belum sepenuhnya terjamin.

Harga jual di pasaran memang tinggi, tetapi keuntungan terbesar justru lebih banyak dinikmati pedagang dan distributor dibanding petani yang menjaga kemurnian varietas tersebut.

Persoalan semakin kompleks akibat maraknya praktik beras oplosan. Sejumlah oknum mencampur beras biasa dengan Pandanwangi demi meraup keuntungan besar.

Praktik itu tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga merusak reputasi Pandanwangi asli Cianjur.

Padahal, Pandanwangi telah memiliki perlindungan hukum yang cukup kuat. Kementerian Pertanian menetapkan Pandanwangi sebagai varietas unggul lokal melalui SK Menteri Pertanian Nomor 163/KPTS/LB.240/3/2004.

Selain itu, Beras Pandanwangi Cianjur juga memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada 2015.

Status Indikasi Geografis tersebut menegaskan bahwa Pandanwangi memiliki karakter khas yang dipengaruhi kondisi geografis tertentu dan tidak dapat diproduksi sembarangan di luar wilayah aslinya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerindra Cianjur Gelar Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Bakti Sosial Ramadan

    Gerindra Cianjur Gelar Bagi Takjil dan Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Bakti Sosial Ramadan

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Ikbal
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Cianjur menutup rangkaian kegiatan bakti sosial Ramadan dengan membagikan takjil kepada masyarakat, memberikan santunan kepada anak yatim, serta menggelar buka puasa bersama pengurus dan kader di Kantor DPC Gerindra Cianjur, Jumat, 13 Maret 2026.   Sejumlah kader Partai Gerindra terlihat membagikan paket takjil kepada pengendara yang […]

  • RSUD Pagelaran Tambah 17 Ranjang Rawat Inap, Targetkan BOR 95%

    RSUD Pagelaran Tambah 17 Ranjang Rawat Inap, Targetkan BOR 95%

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Kabupaten Cianjur, menambah 17 ranjang rawat inap untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan. Penambahan ini seiring dengan lonjakan kunjungan pasien dan tuntutan standar Permenkes no 3 tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Dengan penambahan tersebut, total ranjang pasien di RSUD Pagelaran kini mencapai 120 unit, naik […]

  • Pasangan WNA Timur Tengah Hampir Menghipnotis Agen Brilink di Cianjur

    Pasangan WNA Timur Tengah Hampir Menghipnotis Agen Brilink di Cianjur

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – Seorang pasangan warga negara asing (WNA) asal Timur Tengah hampir menghipnotis seorang agen Brilink di Kampung Karangnunggal, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Para pelaku menggunakan modus berpura-pura menukarkan uang pecahan Rp100 ribu menjadi dua lembar pecahan Rp50 ribu sambil meminta nomor seri tertentu pada uang tersebut. Salah seorang pelaku, seorang perempuan berambut […]

  • Pengembang Jadi Tersangka Baru Korupsi Agroeduwisata Cianjur

    Pengembang Jadi Tersangka Baru Korupsi Agroeduwisata Cianjur

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Cianjur.RuangPojok.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur, menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Agroeduwisata di Dua Lokasi. Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa, 4 Februari 2025. Proyek tersebut didanai dari DIPA Kementerian Pertanian Ditjen Sarana Prasarana Tahun Anggaran 2022. Berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: 501/M.2.27/Fd.2/02/2025, ketiga tersangka tersebut adalah AK (penyalur uang), P, […]

  • Suntikan Anggaran Dinkes Cianjur Di Stop Pusat, RSUD Sindangbarang Terdampak

    Suntikan Anggaran Dinkes Cianjur Di Stop Pusat, RSUD Sindangbarang Terdampak

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Cianjur.ruangpojok.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur tak lagi mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat di tahun 2025. Akibatnya, kegiatan yang telah lama direncanakan untuk pembangunan dan pengadaan di tahun 2025 tertunda, termasuk pengembangan RSUD Sindangbarang. Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Yusman Faisal, menjelaskan bahwa anggaran pusat, untuk dinkes cianjur, sementara ini dialihkan untuk program nasional Makan […]

  • PT Tirta Fresindo Jaya Bantah Isu Kekeringan dan Permintaan Suplai Air Pemkab Cianjur

    PT Tirta Fresindo Jaya Bantah Isu Kekeringan dan Permintaan Suplai Air Pemkab Cianjur

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    RUANGPOJOK.COM – PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ), produsen air minum dalam kemasan Le Minerale, membantah tudingan bahwa 13 sumur bor miliknya menyebabkan kekeringan di Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Perusahaan juga menepis isu terkait Pemkab yang meminta jatah 50% pasokan air mineral kepada TFJ yang bersumber dari perusahaan BUMD PDAM Tirta Mukti. Dept Head […]

error: Content is protected !!
expand_less