Warga Villa Cherry Tolak Dapur SPPG Palasari, Pertanyakan Izin dan Dampak Lingkungan
- account_circle Ikbal
- calendar_month 2 jam yang lalu

Gambar Istimewa : Pemerintah desa menggelar rapat bersama paguyuban warga pada Selasa, 3 Maret 2026, untuk membahas polemik pendirian dapur SPPG di Palasari
RUANGPOJOK.COM – Warga Villa Cherry, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Cianjur, mempersoalkan pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai belum mengantongi izin lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak polusi.
Pemerintah desa menggelar rapat bersama paguyuban warga pada Selasa, 3 Maret 2026, untuk membahas polemik tersebut.
Kuasa hukum Paguyuban Villa Cherry, Ronald Tampenawas, menegaskan warga tidak menolak program Makan Bergizi Gratis. Namun, warga mempertanyakan legalitas dan prosedur pendirian dapur SPPG di lingkungan permukiman mereka.
“Ini bukan penolakan terhadap programnya, tetapi terhadap proses perizinannya. Apakah sudah menempuh izin formal, termasuk izin lingkungan?” kata Ronald seusai rapat di Aula Desa Palasari.
Ronald menyebut izin lingkungan tidak melibatkan warga yang terdampak langsung.
Dari sekitar 60 pemilik rumah di kawasan tersebut, kata dia, tidak satu pun dimintai persetujuan.
“Dampaknya akan dirasakan langsung oleh warga sekitar. Itu yang menjadi keberatan kami,” ujarnya.
Ia juga menyoroti penggunaan fasilitas sosial dan fasilitas umum sebagai lahan parkir yang dinilai tidak sesuai peruntukan.
Selain itu, paguyuban mempertanyakan spesifikasi bangunan dan kejelasan pengelolaan limbah dapur.
“Kami meminta operasional SPPG dihentikan atau dipindahkan ke lokasi yang lebih tepat,” kata Ronald.
- Penulis: Ikbal


